RELUNG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mempercepat penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kawasan Keramasan sebagai bagian dari transformasi besar sistem pengelolaan sampah kota. Proyek strategis ini ditargetkan menjadi solusi atas tingginya timbulan sampah harian yang mencapai 1.260 ton.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan bahwa progres pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tersebut telah mencapai 81,92 persen hingga akhir Maret 2026. Pemerintah optimistis fasilitas ini dapat mulai beroperasi penuh paling lambat Oktober 2026.
“Hingga 29 Maret 2026, pembangunan fisik sudah mencapai 81,92 persen. Targetnya akan mulai beroperasi paling lambat Oktober 2026,” ungkap Ratu Dewa dalam sidang LKPJ di DPRD Palembang.
Selama ini, pengelolaan sampah di Palembang masih bergantung pada TPA Sukawinatan yang menerapkan metode open dumping. Namun, meningkatnya volume sampah membuat kapasitas tempat pembuangan akhir tersebut semakin terbatas sehingga diperlukan pendekatan baru yang lebih berkelanjutan.
“Hanya 1.000 ton sampah yang sanggup diangkut ke TPA dari total 1.260 ton timbulan harian. Kami berharap PLTSa Keramasan sanggup memutus rantai penumpukan sampah di hilir dengan kapasitas olahnya yang besar,” ujarnya.
Selain pembangunan PLTSa, Pemkot juga melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. TPA Sukawinatan kini mulai beralih ke metode controlled landfill dengan penutupan sampah menggunakan lapisan tanah secara berkala serta revitalisasi kolam lindi untuk meminimalkan potensi pencemaran lingkungan.
Di sisi hulu, penguatan peran masyarakat dilakukan melalui optimalisasi 98 unit bank sampah yang tersebar di puluhan kelurahan. Langkah ini bertujuan mengurangi volume sampah sejak dari sumber sekaligus mendorong budaya daur ulang di tingkat rumah tangga.
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di area TPA Sukawinatan juga dilakukan guna menjaga kualitas lingkungan sekitar dari risiko limbah cair. Sementara itu, peningkatan armada pengangkut sampah direncanakan pada 2026 untuk mempercepat distribusi sampah menuju fasilitas pengolahan.
Saat ini, Pemkot mengoperasikan 100 unit dump truck, 39 unit amrol, serta sejumlah ekskavator. Penambahan armada baru diharapkan mampu mengatasi penumpukan sampah di sejumlah titik padat aktivitas seperti Kebun Bunga, Jakabaring, hingga Kertapati.
“Pemerintah kota terus berkomitmen melakukan perbaikan teknologi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir agar wajah kota tetap bersih dan estetis,” ujarnya.[THQ]

