RELUNG.ID – Google kembali mengeluarkan terobosan terbarunya dalam teknologi wearable di acara TED di Vancouver.
Kali ini, Google memamerkan kacamata XR dengan komputasi ringan dan konektivitas ponsel.
Inovasi ini merupakan bagian dari pengembangan Android XR, sebuah sistem operasi yang diumumkan Google pada bulan Desember lalu untuk headset VR dan AR, yang kini mengalirkan aplikasi terbaru di ranah augmented reality.
Kepala Android XR, Shahram Izadi mengatakan, kacamata pintar ini bukanlah perangkat VR tradisional.
Berbeda dengan headset VR yang imersif, kacamata ini dilengkapi dengan layar kecil yang mampu menampilkan grafis secara transparan di atas kaca sehingga memberikan pengalaman augmented reality tanpa mengisolasi pandangan pengguna dari lingkungan sekitarnya.
“Prototipe ini terhubung ke ponsel pintar dan mengandalkan kekuatan AI Gemini Google untuk menangani berbagai fungsi canggih,” katanya.
Dia pun menyebutkan beberapa fitur menarik, seperti terjemahan langsung dari bahasa Farsi ke bahasa Inggris dan kemampuan memindai buku secara real time.
“Teknologi ini dirancang untuk memudahkan interaksi pengguna dengan dunia digital secara seamless, tanpa harus mengorbankan kenyamanan,” ujar Izadi.
Belum diketahui pasi detail teknis mengenai kacamata pintar ini karena dalam tahap pengembangan, namun diketahui bahwa ponsel pintar berperan penting dalam mengerjakan proses komputasi berat.
Pendekatan ini memungkinkan perangkat kacamata tetap ramping dan ringan, dua faktor penting untuk kenyamanan pemakaian jangka panjang.
Kehadiran prototipe kacamata pintar ini menandai langkah signifikan Google dalam memasuki pasar wearable augmented reality. Meski detail dan tanggal rilis resmi dari kacamata Google belum diumumkan, kehadiran inovasi ini di panggung TED menunjukkan tekad perusahaan untuk bersaing dalam era teknologi yang semakin canggih.
Sementara itu, kemitraan dengan Samsung diharapkan dapat menghadirkan sinergi antara inovasi perangkat lunak dan keras yang semakin mengaburkan batas antara dunia digital dan nyata.
Google dan Samsung sama-sama berpeluang untuk merevolusi cara konsumen berinteraksi dengan teknologi, sehingga memberikan pengalaman digital yang lebih intuitif dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. (LWM)

