RELUNG.ID – Google mengumumkan akan segera mengintegrasikan model kecerdasan buatan terbarunya, Veo 3, ke dalam platform YouTube Shorts.
Langkah ini akan membuka peluang baru bagi kreator konten untuk membuat video pendek berkualitas tinggi hanya dengan menggunakan perintah teks.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO YouTube, Neal Mohan, saat tampil di panggung Festival Kreativitas Cannes Lions 2025.
Menurutnya, teknologi ini akan tersedia pada musim panas tahun ini dan dirancang untuk mendorong batas kreativitas para kreator di era digital.
“Taruhan saya untuk 20 tahun ke depan? Para kreator akan mengubah format, memadukan genre, dan mendorong lebih jauh ke dalam arus utama sebagai duta merek, usaha bisnis besar, dan pendongeng yang visioner,” kata Mohan.
Model Veo 3 merupakan pengembangan dari versi sebelumnya, Veo 2, yang mendasari fitur Dream Screen—alat yang telah lebih dulu tersedia di YouTube Shorts.
Dream Screen memungkinkan kreator menggunakan gambar dan video yang dihasilkan AI sebagai latar belakang konten mereka, mirip seperti efek green screen.
Namun dengan kehadiran Veo 3, fungsionalitas ini akan ditingkatkan secara signifikan. AI tidak hanya mampu menghasilkan visual yang lebih rumit dan realistis, tetapi juga mampu menciptakan efek suara dan suara karakter secara otomatis.
Mohan menampilkan sejumlah demo selama presentasi, termasuk perbandingan hasil antara Veo 2 dan Veo 3.
Hasilnya, Veo 3 menunjukkan peningkatan dramatis dalam hal kualitas video, suara, dan keselarasan narasi dengan input teks.
Lebih lanjut, Mohan memaparkan bahwa YouTube Shorts, yang diluncurkan pada tahun 2021, kini telah mencapai rata-rata 200 miliar penayangan per hari secara global.
Angka yang luar biasa ini menjadi bukti kuat bahwa format video pendek telah menjadi bagian penting dari budaya digital modern.
“Komunitas akan terus mengejutkan kita dengan kekuatan fandom kolektif mereka. Dan teknologi AI yang canggih akan mendorong batas kreativitas manusia,” ujar Mohan.
Integrasi Veo 3 ke dalam Shorts diharapkan tidak hanya memperkuat posisi YouTube sebagai platform utama bagi video pendek, tetapi juga memberi para kreator alat revolusioner untuk mengekspresikan ide-ide mereka secara visual, cepat, dan inovatif. (LWM)

