RELUNG.ID – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mendorong para alumni pondok pesantren agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut ambil bagian dalam pembangunan pendidikan agama. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus Himpunan Keluarga Pondok Pesantren Walisongo (HKPW) Ngabar Cabang Sumsel masa bakti 2025–2028, Sabtu (2/8/2025) di Palembang.
“Pesantren adalah benteng moral bangsa. Alumni pesantren harus berdiri di garis depan dalam membentuk generasi cerdas dan berakhlak,” tegas Herman Deru.
Ia menyatakan komitmen penuh Pemprov Sumsel untuk mendukung HKPW sebagai mitra strategis dalam program keagamaan dan sosial. Pemerintah provinsi juga akan membantu proses legalitas organisasi ini melalui Kesbangpol.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru memaparkan pertumbuhan signifikan jumlah pesantren di Sumsel, yang kini mencapai lebih dari 650 lembaga aktif tersebar di seluruh kabupaten/kota. Hal ini, menurutnya, selaras dengan visi pembangunan Sumsel yang religius dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia juga menyinggung program unggulan Satu Desa Satu Rumah Tahfidz yang kini telah menghadirkan lebih dari 5.000 rumah tahfidz di pelosok Sumsel.
“Sumsel jadi barometer pendidikan Al-Qur’an di Indonesia. Ini tidak lepas dari peran pesantren dan alumni seperti yang tergabung di HKPW,” kata Deru.
Pencapaian Sumsel masuk 10 besar nasional dalam MTQ 2022 juga disebut sebagai bukti nyata sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat.
Pelantikan pengurus HKPW Sumsel ini turut dihadiri pengasuh Ponpes Walisongo dari Ponorogo dan Ketua Umum HKPW Pusat H. Nur Cholis. Gubernur menutup sambutannya dengan pesan agar HKPW tak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi kekuatan sosial-keagamaan yang progresif.
“HKPW harus jadi motor penggerak Sumsel yang religius, damai, dan berkemajuan,” pungkasnya. (DSK)

