RELUNG.ID — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru secara resmi membuka pelatihan Labirin Sriwijaya Bootcamp 2025, sebuah program pengembangan wawasan dan potensi pemuda yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel di Hotel The Sultan, Rabu (11/6).
Mengusung semangat pemberdayaan generasi muda, kegiatan ini menyasar 300 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelaku UMKM, organisasi kepemudaan, hingga akademisi. Program ini juga menjadi bagian dari misi besar mencetak 100 ribu “Sultan Muda Sumsel” melalui kolaborasi Dispora dengan PCMI dan UNDP Indonesia sejak 2022.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menekankan pentingnya pelatihan sebagai pijakan awal bagi anak muda Sumsel untuk bersaing di tingkat nasional maupun global. Ia mengapresiasi antusiasme para peserta yang dinilainya sebagai modal awal dalam mencetak pemimpin masa depan.
“Kesuksesan itu punya banyak pintu, dan semuanya dimulai dari keberanian mengambil langkah. Labirin Sriwijaya ini adalah tempat menyiapkan mental juang itu,” kata Herman Deru.
Lebih dari 600 pemuda telah mengikuti program ini selama tiga tahun terakhir. Gubernur menilai pelatihan semacam ini akan menjadi sia-sia jika tidak disertai dengan tekad dan kerja keras. Ia bahkan menyebut tak menutup kemungkinan para peserta bisa menjadi tokoh penting nasional di masa mendatang.
“Bisa jadi dari ruangan ini nanti lahir Kepala OJK atau Menteri di masa depan. Jadi manfaatkan sesi ini untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya,” ujarnya.
Gubernur juga menyinggung mentalitas pemuda saat ini yang menurutnya masih kerap terjebak pada gengsi. Ia mengajak para peserta untuk berani memulai dari bawah dan tahan banting dalam meniti karier atau membangun usaha.
“Jangan malu memulai dari nol. Jadilah pribadi yang tambeng, tahan banting. Dunia wirausaha itu bukan untuk yang manja. Kegiatan ini harus bisa mendorong lahirnya pemuda-pemuda tangguh,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dispora Sumsel Rudi Irawan dalam laporannya menyampaikan bahwa Labirin Sriwijaya Bootcamp 2025 akan berlangsung dalam beberapa tahap, mulai dari workshop, teaching day, hingga final day yang akan menampilkan 25 pelaku UMKM terpilih.
“Harapan kami, para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga keberanian untuk mengaplikasikannya. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi langkah konkret menuju kemandirian,” ujar Rudi. (DSK)

