RELUNG.ID – Isu mangkraknya pembangunan Jembatan Lalan dibantah langsung oleh Gubernur Herman Deru. Ia menegaskan, proyek strategis tersebut tetap berjalan, hanya saja progresnya kini berada pada fase yang tidak kasat mata bagi publik.
Menurut Deru, pembangunan jembatan tidak selalu identik dengan aktivitas alat berat di lapangan. Ada fase krusial yang justru berlangsung di balik layar, terutama pada pengerjaan fondasi bawah air yang menjadi tulang punggung struktur.
“Kalau dilihat orang awam memang seperti tidak ada aktivitas, padahal tiang dan penyangga utama sudah selesai,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Saat ini, proyek Jembatan Lalan disebut telah memasuki tahap pabrikasi rangka baja. Berbeda dengan material umum, rangka jembatan ini harus diproduksi secara khusus sesuai spesifikasi teknis yang dirancang untuk kondisi lokasi.
Deru menjelaskan, proses pembuatan rangka tersebut dilakukan di luar lokasi proyek dan membutuhkan waktu karena bersifat custom. Hal inilah yang membuat aktivitas di lapangan tampak berkurang.
“Kerangkanya sedang dibuat, bukan material biasa yang bisa langsung dipasang. Ini harus sesuai desain teknis,” katanya.
Ia memastikan, kontraktor saat ini tinggal menunggu penyelesaian dan pengiriman rangka baja tersebut sebelum memasuki tahap pemasangan. Jika seluruh komponen telah tersedia, progres fisik jembatan akan kembali terlihat signifikan.
Untuk menjawab keraguan publik, Deru juga mendorong DPRD Sumsel turun langsung ke lokasi. Ia menilai pengawasan lapangan penting agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak keliru.
Pemprov Sumsel, lanjutnya, terus mengawal proyek ini hingga tuntas. Jembatan Lalan sendiri dinilai vital dalam mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.[THQ]

