Polrestabes Palembang kini menahan pemilik lahan gudang minyak yang meledak di Jalan Sartibi Darwis, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati Palembang, Kamis (22/9).
Pemilik lahan gudang minyak tersebut yakni seorang anggota Jatanras Polda Sumsel, Aipda Syafrudin (42).
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhammad Ngajib membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan Syafrudin ditahan karena melanggar kode etik profesi Polri terkait kebakaran gudang penimbunan BBM ilegal tersebut.
Syafrudin ditahan selama 30 hari di tempat khusus, selama itu penyidik Propam Polda Sumsel akan terus melengkapi berkas perkaranya.
“Karena pelanggaran kode etik profesi ditangani oleh Polda Sumsel. Di Polrestabes Palembang, Syafrudin hanya ditempatkan sementara,” ujar Ngajib didampingi Kasatreskrim, Kompol Tri Wahyudi dan Kasi Propam, Kompol Agustan.
Hingga saat ini, pemeriksaan masih terus berlanjut sesuai Perkap Nomor 7 Tahun 2022 tentang KEPP dan KKEP.
“Saat kita kita masih terus melengkapi berkasnya. Tetap akan kita tindak dan proses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi juga mengatakan pemilik lahan yang dijadikan gudang penampungan BBM jenis solar ini adalah seorang polisi berinisial SP. Namun, SP menyewakannya kepada seorang bernama Baron untuk mengepul minyak.
“Kami masih melakukan penyelidikan ini dan akan memanggil pemilik gudang tersebut,” katanya.
Tri pun menjelaskan, ledakan gudang minyak ini berawal dari salah seorang pekerja yang sedang bongkar muat BBM dari mobil tangki dengan menggunakan mesin penyedot. Namun, karyawan tersebut merokok hingga menimbulkan percikan api.
“Karena panik, rokok yang dipegangnya tak sengaja terlempar ke arah mobil tangki hingga menyebab ledakan dan api pun kian membesar,” ujarnya.
Saat ini, petugas telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Akibat, ledakan tersebut, 12 kendaraan berupa mobil, mobil dan truk kontainer hangus terbakar. Selain itu ada lima unit kios milik warga sekitar juga ikut terbakar.
“Api diduga berasal dari pompa minyak yang ada di mobil tangki. Namun kami akan pastikan lagi dari hasil penyelidikan,” tutupnya.
