RELUNG.ID — Gelombang besar arus mudik Lebaran 2026 mulai mencapai titik krusial. Tanggal 18 Maret 2026 atau H-2 Idulfitri diprediksi menjadi puncak mobilitas masyarakat, dengan lonjakan signifikan di berbagai moda transportasi, mulai dari bandara, kereta api, hingga jalan tol.
Prediksi ini sejalan dengan proyeksi Kementerian Perhubungan yang menyebut puncak arus mudik terjadi mendekati hari raya, didorong meningkatnya pergerakan masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Secara nasional, jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Di Sumatera Selatan, pergerakan penumpang melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang diproyeksikan memuncak pada tanggal tersebut. General Manager SMB II Palembang, Ahmad Syauqi Shahab, mengungkapkan bahwa tren peningkatan sudah terlihat dari sisi penerbangan maupun jumlah penumpang.
“Total pergerakan pesawat diperkirakan mencapai 1.176 penerbangan atau naik sekitar 2,8 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Tak hanya itu, jumlah penumpang selama periode Lebaran juga diprediksi menembus 188.129 orang, meningkat 3,8 persen. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, maskapai telah mengajukan 121 penerbangan tambahan ke sejumlah kota tujuan favorit seperti Jakarta, Surabaya, hingga Yogyakarta.
Sementara itu, moda transportasi darat berbasis rel juga mengalami lonjakan tinggi. PT KAI Divre III Palembang mencatat tingkat okupansi penumpang bahkan telah melampaui kapasitas normal.
Executive Vice President KAI Divre III Palembang, Januri, menyebutkan bahwa pemesanan tiket didominasi pada tanggal favorit H-3 dan H-2 Lebaran.
“Tingkat okupansi sudah mencapai 117 persen dan masih berpotensi bertambah karena penjualan tiket masih berlangsung,” katanya.
Untuk melayani kebutuhan tersebut, KAI menyiapkan 65.560 tempat duduk selama masa angkutan Lebaran, dengan operasional tiga kereta utama yakni KA Bukit Serelo, KA Rajabasa, dan KA Sindang Marga.
Di sisi lain, lonjakan arus kendaraan juga mulai terasa di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). PT Hutama Karya (Persero) memproyeksikan peningkatan trafik hingga 47,67 persen dibanding kondisi normal.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menjelaskan bahwa meski puncak arus tol diperkirakan terjadi lebih awal pada 13–15 Maret, peningkatan volume kendaraan tetap tinggi hingga mendekati Lebaran.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Hutama Karya menyiagakan 467 armada dan lebih dari 3.200 petugas, serta mengoptimalkan ratusan CCTV dan papan informasi lalu lintas di sepanjang ruas tol.
Selain itu, sebanyak 31 titik Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) juga disiapkan dengan berbagai fasilitas, mulai dari SPBU, SPKLU, klinik kesehatan, hingga ruang laktasi guna menunjang kenyamanan pemudik.[THQ]

