Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Halaman Pemprov Sumsel Ditanami Sawit, Gubernur Herman Deru Diberi Kartu Merah Penanganan Karhutla
Regional

Halaman Pemprov Sumsel Ditanami Sawit, Gubernur Herman Deru Diberi Kartu Merah Penanganan Karhutla

alwiBy alwi05/10/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Aksi mahasiswa yang menanami sawit di halaman Pemprov Sumsel. (Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Gabungan ratusan mahasiswa dari Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar aksi damai di halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Senin (5/10/2026).

Mereka memprotes penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai belum mampu mengatasi persoalan kabut asap di Sumsel.

Baca juga :   Siapa Burhanuddin Abdullah? Eks Gubernur BI yang Diisukan Gantikan Perry Warjiyo

Dalam aksi tersebut, mahasiswa bahkan memberikan kartu merah kepada Gubernur Sumsel Herman Deru sebagai simbol kritik atas penanganan karhutla. Dari pantauan, mahasiswa juga melakukan aksi tanam pohon sawit di halaman kantor gubernur.

Kedatangan mahasiswa diterima langsung Herman Deru. Dalam pertemuan itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsri menyampaikan lima tuntutan kepada Pemprov Sumsel.

Mahasiswa meminta pemerintah memperkuat pencegahan karhutla, termasuk melakukan audit terhadap wilayah gambut yang rawan terbakar. Mereka juga mendesak transparansi penggunaan anggaran Bantuan Presiden (Banpres) maupun anggaran lainnya untuk penanganan karhutla.

Baca juga :   Bikin Haru, Siswa Kelas 2 SMA di Rote Dimakamkan Bersama Sepeda Motornya

Selain itu, mahasiswa meminta keselamatan dan kesehatan masyarakat terdampak kabut asap menjadi prioritas. Pemerintah juga didorong mengambil tindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti terlibat karhutla serta memastikan adanya penanganan jangka panjang untuk mencegah kebakaran berulang dan memulihkan lingkungan.

Aksi tersebut berlangsung ketika kabut asap kembali menyelimuti Palembang. Pada Senin pagi, Jembatan Ampera bahkan terlihat samar dari sejumlah titik akibat pekatnya kabut asap.

Kondisi itu terjadi sehari setelah Herman Deru meninjau langsung penanganan karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menggagas penguatan penanganan melalui pembentukan lima unit BPBD tingkat kecamatan di wilayah rawan karhutla.

Herman Deru juga menyebut lahan terbengkalai yang belum dikelola secara produktif menjadi salah satu persoalan yang membuat api mudah merembet.

Baca juga :   Antisipasi Cuaca Ekstrem saat Mudik Lebaran, BPBD Sumsel Siagakan Personel hingga Perahu Evakuasi

“Rata-rata yang terbakar di OKI ini adalah yang terbengkalai dan belum terkelola dan merembet ke mana-mana,” ungkap Herman Deru.

Namun, sehari setelah kunjungan tersebut, kabut asap masih terasa hingga Palembang.

Data IQAir yang diakses Senin (5/10/2026) mencatat konsentrasi PM2.5 di Palembang sekitar 339 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Pada saat yang sama, prakiraan indeks kualitas udara (AQI) Palembang mencapai 468 atau masuk kategori berbahaya (hazardous).

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga telah menjangkau wilayah perkotaan.

Baca juga :   Pemprov Sumsel Tutup Pintu Dispensasi Truk Batu Bara PLTU Bengkulu

Kabut asap yang kembali menutupi ikon Jembatan Ampera sekaligus menjadi latar aksi mahasiswa. Di tengah kondisi udara yang memburuk, mereka mendesak pemerintah tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memperkuat pencegahan, perlindungan masyarakat, penegakan hukum dan pemulihan lingkungan.

Pengamat Dorong Radikal Break Penanganan Karhutla
Buruknya kualitas udara tersebut memperlihatkan bahwa persoalan karhutla tidak berhenti di titik api. Asap dan partikulat hasil pembakaran dapat terbawa hingga kawasan perkotaan dan berdampak langsung terhadap masyarakat.
Kondisi itu juga menjadi sorotan Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik Bagindo Togar. Ia menilai pemerintah perlu melakukan perubahan mendasar dalam strategi penanganan karhutla.
Baca juga :   Tiga Hari Dicari, Arisandi Ditemukan Meninggal di Sungai Musi, Evakuasi Tunggu Air Pasang
Menurut Bagindo, penanganan selama ini terlalu berfokus pada pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi. Sementara persoalan tata kelola lahan, pengawasan wilayah rawan dan pencegahan dinilai belum mendapat perhatian yang sebanding.
“Tidak ada cara lain, kita perlu penanganan dengan cara radikal break soal karhutla ini,” kata Bagindo.
Ia menilai langkah seperti pembagian masker, meminta bantuan pemerintah pusat dan penambahan peralatan pemadaman memang dibutuhkan dalam situasi darurat. Namun, menurutnya, langkah tersebut tidak menyelesaikan akar persoalan jika tidak diikuti strategi pencegahan jangka panjang.
“Lihat saja apa yang dilakukan mereka di saat kabut asap terjadi. Tidak ada, hanya sibuk bagi-bagi masker dan mohon bantuan ke pusat dan minta bantuan motor trail. Apakah dengan begitu kabut asap berkurang? Justru seperti itu tidak menyentuh akar masalahnya,” ujarnya.
Baca juga :   Meriahkan HUT RI ke-80, Kecamatan Rawas Ilir Gelar Jalan Santai dan Senam Massal diikuti 1.500 Warga
Bagindo juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap tata kelola penanganan karhutla, mulai dari pengawasan lahan, pengelolaan gambut hingga pencegahan kebakaran berulang.
“Kalau tidak mampu atau gagal saya rasa lebih baik mundur saja. Jadi saya tekankan lagi tidak ada cara lain dengan radikal break untuk menangani permasalahan karhutla ini,” pungkasnya. (DSK/YSF)
Gubernur Sumsel Herman Deru Karhutla Pemprov Sumsel Tanami Sawit
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMomen SBY dan Jokowi Duduk Berdampingan di HUT TNI
Next Article Rutan Depok Akui Video Napi Joget dan Diduga Pakai Narkoba
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,855 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,729 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,702 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?