RELUNG.ID – Ajang belanja tahunan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 akan kembali digelar pada 10–16 Desember mendatang. Tahun ini, Harbolnas ditargetkan menjadi momentum penguatan konsumsi masyarakat sekaligus dorongan besar bagi produk buatan Indonesia.
Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), Hilmi Adrianto, menargetkan 50 persen dari total transaksi selama Harbolnas tahun ini berasal dari produk lokal.
“Kita harapkan capaian Harbolnas meningkat, khususnya untuk produk lokal. Targetnya lebih dari 50 persen transaksi berasal dari produk buatan Indonesia,” kata Hilmi dalam konferensi pers Road to Harbolnas 2025 di Jakarta, Senin (8/9).
Selain meningkatkan porsi produk lokal, idEA juga menargetkan total transaksi Harbolnas mencapai Rp35 triliun, naik 12,2 persen dibanding capaian tahun lalu sebesar Rp31,2 triliun. Untuk mencapai target tersebut, berbagai kegiatan Road to Harbolnas akan digelar sejak September hingga Desember, melibatkan pelaku UMKM dan platform e-commerce agar siap menghadapi lonjakan permintaan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya dominasi produk lokal dalam transaksi Harbolnas. Ia menilai peningkatan diskon, baik di kanal online maupun offline seperti ritel dan pusat perbelanjaan, dapat mendorong konsumsi masyarakat.
“Tahun lalu, kontribusi produk lokal sekitar 30 persen dari total transaksi Rp31,2 triliun. Tahun ini kita dorong supaya lebih tinggi. Diskon besar juga harus diperluas, tidak hanya online tetapi juga di mal dan toko ritel untuk membantu daya beli masyarakat,” ujar Airlangga. [THQ]

