RELUNG.ID — Beberapa harga bahan pangan di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami kenaikan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Lonjakan harga ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan di pasar, meskipun secara umum masih terkendali.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Efendi, mengatakan bahwa kenaikan harga bahan pangan ini terpantau di sejumlah daerah sejak beberapa hari terakhir.
“Kenaikannya tidak signifikan, hanya karena permintaan tinggi jelang Nataru. Sebagian harga masih di bawah atau mendekati HAP (Harga Acuan Penjualan) dan HPP (Harga Pembelian Pemerintah),” jelas Ruzuan, Minggu (22/12/2024).
Data Harga Pangan di Pasar
Bawang merah: HAP Rp 36.500–Rp 41.500, pasar Rp 39.255.
Bawang putih bonggol: HAP Rp 38.000, pasar Rp 41.315.
Cabai merah keriting: HAP Rp 37.000–Rp 55.000, pasar Rp 42.452.
Cabai rawit merah: HAP Rp 40.000–Rp 57.000, pasar Rp 43.333.
Daging ayam ras: HAP Rp 40.000, pasar Rp 34.844.
Telur ayam ras: HAP Rp 30.000, pasar Rp 29.435.
Daging sapi: HAP Rp 140.000, pasar Rp 135.527.
Beberapa harga di Palembang mengalami kenaikan lebih tinggi, seperti:
– Bawang putih bonggol: Rp 45.000/kg.
– Cabai rawit merah: Rp 55.000/kg.
– Daging sapi: Rp 150.000/kg.
– Minyak goreng kemasan: Rp 20.000/liter.
– Ikan tongkol: Rp 35.000/kg.
Penjabat Gubernur Sumsel, Elen Setiadi memastikan bahwa stok pangan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Nataru. Jika diperlukan, pemerintah akan menggelar pasar murah di beberapa wilayah seperti OKI, Muara Enim, dan Lubuklinggau.
“Bulog siap melaksanakan pasar murah untuk menjaga stabilitas harga. Harapannya ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” kata Elen.
DKPP Sumsel menegaskan pentingnya pengawasan harga dan stok pangan agar tetap stabil di tengah peningkatan permintaan. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan cukup, terutama menjelang puncak libur Nataru.[AYK]

