RELUNG.ID – Memasuki musim hujan, harga sejumlah bahan pangan di Sumatera Selatan (Sumsel) diprediksi akan mengalami kenaikan. Faktor utama yang berpotensi memicu kenaikan ini adalah gangguan distribusi, gagal panen akibat banjir, serta serangan hama penyakit.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Ruzuan Efendi, mengungkapkan bahwa meskipun saat ini belum terjadi lonjakan harga signifikan, kemungkinan kenaikan tetap ada jika musim hujan berlangsung lebih lama.
“Ada kemungkinan harga bahan pangan naik karena pengaruh iklim, seperti banjir yang menghambat distribusi,” ujar Ruzuan Rabu (20/11/2024).
Ruzuan menyebutkan beberapa bahan pangan yang berpotensi mengalami kenaikan harga, di antaranya, cabai, bawang putih, bawang merah, sayuran hijau seperti bayam, kangkung dan tomat.
Kenaikan harga dapat terjadi jika curah hujan tinggi menyebabkan gagal panen atau serangan hama.
“Produksi menurun, luas tanam berkurang, serta serangan hama bisa menjadi penyebab kenaikan harga,” tambahnya.
Ruzuan menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga pangan di Sumsel. Beberapa strategi yang dilakukan adalah:
1. Distribusi Stok dari Luar Daerah
Jika produksi lokal terganggu, pemerintah akan mendatangkan stok bahan pangan dari wilayah lain.
2. Kerja Sama dengan Sentra Produksi
Identifikasi dan penguatan sentra-sentra produksi di Sumsel yang masih mampu menghasilkan panen berkualitas.
3. Pemantauan Harga dan Pasokan
Pemantauan intensif dilakukan untuk memastikan stok tetap tersedia di pasar dan kenaikan harga tidak memberatkan masyarakat.
“Curah hujan yang tidak merata di Sumsel juga menjadi harapan, karena masih ada daerah yang mungkin memberikan hasil panen baik,” jelas Ruzuan.
Ruzuan berharap langkah antisipasi yang dilakukan dapat menekan kenaikan harga bahan pangan, terutama di tengah ketidakstabilan iklim saat ini.
“Kami akan terus memonitor dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tercukupi,” tutupnya.
Masyarakat pun diimbau untuk bijak dalam mengelola kebutuhan pangan dan tetap optimis bahwa pemerintah akan menjaga stabilitas harga selama musim hujan berlangsung. [AYK]

