RELUNG.ID-Jepang mengalami lonjakan harga bahan pokok pada Januari 2025, mencatatkan kenaikan tercepat dalam 17 bulan terakhir, di tengah tekanan akibat harga pangan yang tinggi dan pengurangan subsidi energi.
Indeks Harga Konsumen Inti (CPI), yang mencakup produk minyak namun tidak termasuk harga pangan segar, diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 3,1 persen dibandingkan dengan Januari tahun lalu.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan 3 persen yang tercatat pada Desember 2024 dan merupakan kenaikan tahunan terbesar sejak Agustus 2023.
Para analis memperkirakan harga bahan pokok akan terus meningkat, dengan dampak pada harga-harga lainnya.
“Dengan harga pangan yang terus meroket dan subsidi pemerintah untuk penyuling minyak yang dikurangi, kenaikan tahun-ke-tahun diperkirakan akan semakin besar dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Shunpei Fujita, ekonom di Mitsubishi UFJ Research and Consulting, seperti yang dikutip dari Reuters pada Jumat, 14 Februari 2025.
Dalam beberapa bulan terakhir, harga beras, sayur-sayuran, dan kebutuhan pokok lainnya telah melonjak tajam. Sebagai respons, pemerintah Jepang mengumumkan rencana untuk melepaskan 210.000 metrik ton beras yang ditimbun guna meredakan penyumbatan distribusi dan menstabilkan harga pasar.
Kementerian Dalam Negeri Jepang dijadwalkan untuk merilis data CPI untuk Januari pada 21 Februari mendatang, yang akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai tren inflasi di negara tersebut.[YKP]

