RELUNG.ID – Menjelang musim panen kopi yang diperkirakan akan dimulai pada bulan April mendatang, para petani kopi di Pagar Alam, Sumatera Selatan, merasakan kebahagiaan karena harga biji kopi yang semakin meningkat.
Harga jual biji kopi saat ini mencapai Rp 75 ribu per kilogram, mengalami kenaikan signifikan dibanding beberapa hari sebelumnya yang hanya berada di angka Rp 72 ribu per kilogram.
Uqba, seorang petani muda kopi di Pagar Alam, mengungkapkan bahwa harga biji kopi robusta dengan kualitas terbaik saat ini sudah tembus di angka Rp 75 ribu/Kg.
“Harga biji kopi terus merangkak naik sejak awal tahun 2025. Padahal, musim panen raya belum dimulai,” ujarnya saat ditemui di kebunnya.
Meskipun masa panen belum tiba, Uqba dan petani lainnya tetap giat merawat kebun mereka, dengan harapan hasil panen nanti melimpah dan harga biji kopi tetap stabil tinggi.
“Semoga harga kopi tetap tinggi dan stabil saat musim panen nanti. Kami berharap ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Pagar Alam,” kata Uqba penuh harap.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Topik, petani kopi lainnya di Pagar Alam. Topik merasa sangat terbantu dengan kenaikan harga biji kopi, terlebih menjelang bulan Ramadan yang banyak membutuhkan persiapan untuk keperluan keluarga.
“Alhamdulillah, harga semakin meningkat. Apalagi menjelang Ramadan, harga yang tinggi sangat membantu,” ungkapnya.
Para petani kopi di Pagar Alam kini berharap bahwa harga biji kopi yang terus naik ini akan tetap bertahan hingga musim panen tiba, memberi hasil yang maksimal dan membawa kesejahteraan lebih bagi mereka dan keluarga.[THQ]

