RELUNG.ID – Di tengah gejolak politik nasional dan daerah, harga jual biji kopi di Pagar Alam kembali melonjak, setelah sebelumnya sempat turun drastis ke level Rp42 ribu per kilogram.
Meski belum menyentuh Rp75 ribu seperti pada awal musim panen Juni lalu, kenaikan harga saat ini sudah cukup membangkitkan semangat petani kopi.
Pantauan di lapangan, sejak pagi mobil pick-up milik petani mengangkut karung biji kopi kering dan antre memasuki gudang pengepul.
“Hari ini kami beli biji kopi kualitas sedang Rp60 ribu per kilo, sementara kualitas bagus Rp64 ribu per kilo,” ujar Zarkasih, salah seorang pengepul kopi di Pagar Alam, Senin (1/9/2025).
Kenaikan harga ini dipicu permintaan ekspor dari pengepul besar di Lampung, sehingga pengepul lokal diminta kembali membeli biji kopi dari petani.
“Karena permintaan ekspor naik lagi, otomatis harga beli kopi dari petani ikut naik sementara ini,” tambah Zarkasih.
Lonjakan harga membuat petani yang sebelumnya memilih menahan hasil panen kini mulai menjual biji kopi keringnya.
“Syukur harga kembali naik jadi Rp64 ribu. Hari ini saya bawa sekitar setengah ton lebih sisa hasil panen ke gudang touke,” ujar Anuar, petani kopi di Pagar Alam. (TFK)

