RELUNG.ID – Harga jual biji kopi robusta di Kota Pagar Alam, Sumsel hingga pekan kedua Agustus masih mengalami fluktuatif.
Berdasarkan pantauan, harga jual kopi ini masih berkisar Rp46 ribu hingga Rp50 ribu perkilogram.
Kondisi ini membuat kekhawatiran para petani kpi khususnya di Kota Pagar Alam.
“Kami harus hati-hati menjualnya, karena kadang turun, kadang naik. Kami bingung mau jual atau harus menunggu,” kata Petani Kopi di Kecamatan Dempo Tengah, Amin (65).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perkebunan Pagar Alam, Diki Herlambang mengatakan, fluktuasi harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari permintaan pasar global, kualitas biji kopi dan hasil panen yang tidak merata.
Selain itu, fluktuasi harga ini juga dipengaruhi faktor eksternal seperti kurs dolar dan cuaca di negara importir utama.
“Musim panen tahun ini memang relatif normal. Namun, kami minta petani untuk terus meningkatkan kualitas pasca panen agar mendapatkan harga jua yang tinggi. Kami juga akan menjalin kemitraan dengan eksportir agar harga bisa stabil,” tutupnya. (TFK)

