RELUNG.ID – Harga bahan pokok di Kota Palembang kembali berfluktuasi. Beberapa komoditas utama, terutama cabai merah keriting dan ayam potong ras, mengalami kenaikan cukup signifikan di sejumlah pasar tradisional. Kondisi ini turut berpengaruh terhadap tingkat inflasi daerah yang tercatat meningkat pada September 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Palembang, Edi Subeno, mengatakan bahwa cabai merah menjadi komoditas yang paling dominan mendorong inflasi bulan lalu.
“Cabai merah memberi andil besar terhadap kenaikan inflasi karena harga di pasaran melonjak tajam,” jelas Edi, Senin (6/10/2025).
Berdasarkan pantauan di Pasar KM 5 Palembang, harga cabai merah keriting kini menembus Rp65 ribu per kilogram, naik dari kisaran Rp45 ribu pada pekan sebelumnya. Para pedagang menyebutkan, cuaca ekstrem menjadi penyebab utama kenaikan harga karena banyak lahan pertanian cabai yang gagal panen.
“Musim hujan bikin cabai cepat busuk di kebun. Pasokan dari daerah penghasil berkurang, otomatis harga naik,” ujar Elsa Noviani, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Palembang.
Selain cabai, harga ayam potong ras juga mengalami peningkatan menjadi Rp36 ribu per kilogram. Menurut Edi, kenaikan harga ayam disebabkan meningkatnya permintaan masyarakat, termasuk dampak dari pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Permintaan ayam naik dua kali lipat, sementara pasokan bibit ayam dari peternak masih terbatas. Ini membuat harga di pasaran terdorong naik,” terang Edi.
Sementara itu, beberapa bahan pokok lain seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir relatif stabil. Berikut daftar harga sembako terkini di Palembang:
- Beras medium: Rp13.000/kg
- Beras premium: Rp15.000/kg
- Gula pasir: Rp18.000/kg
- Minyak goreng curah & kemasan: Rp19.000/liter
- Tepung terigu: Rp13.000/kg
- Daging sapi: Rp140.000/kg
- Telur ayam ras: Rp26.000/kg
- Bawang merah & putih: Rp35.000/kg
- Cabai merah keriting: Rp65.000/kg
- Cabai rawit: Rp50.000/kg

