Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Harga Karet di Sumsel Kembali Merosot, Ini Faktornya
Regional

Harga Karet di Sumsel Kembali Merosot, Ini Faktornya

alwiBy alwi01/09/2022
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
ilustrasi tanaman karet. (Istimewa/net)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tren penurunan harga karet di Sumsel masih terus terjadi. Penurunan ini terjadi baik di tingkat petani maupun di beberapa Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) yang ada di wilayah Sumsel.

Demikian diungkapkan Analis PSP Ahli Madya Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian melalui pesan singkatnya, Kamis (1/9).

Dia mengatakan ada dua faktor yang menyebabkan harga karet di tingkat petani atau UPPB di Sumsel mengalami penurunan. Kedua faktor yakni eksternal dan internal

Faktor eksternal

Penurunan harga karet di Sumsel tidak terlepas dari kondisi karet TSR20 di pasar global, setidaknya terdapat tiga faktor yang menyebabkan harga karet TSR20 di bursa berjangka Singapura belakangan ini semakin anjlok.

Faktor Pertama tak lain karena dampak kebijakan dalam negeri Tiongkok atau China mengenai pandemi Covid-19. Negera tirai bambu kembali menerapkan lockdown. Prinsip nol-Covid yang dianut China membuat pasar komoditas menjadi sangat tidak pasti. Kebijakan tersebut otomatis turut mempengaruhi laju sektor perdagangan internasional mereka.

“China merupakan konsumen atau importir komoditas karet terbesar di dunia. Konsekuensinya bila demand berkurang dari negeri ini sangat mempengaruhi harga di pasar global,” katanya.

Faktor kedua adalah pengaruh perang antara Rusia dengan Ukraina yang mempengaruhi ekonomi global dimana di negara eropa terjadi resesi, krisis pangan dan pada akhirnya daya beli masyarakat berkurang

Faktor ketiga adalah daya saing karet asal Thailand, dari segi produktivitas maupun harga. Harga karet dari negara tetangga itu lebih murah dibanding negara produsen karet alam lainnya.

“Keadaan ini mengakibatkan pembeli dari industri ban besar lebih banyak membeli ke negeri ini, perlu juga diketahui bahwa produktivitas karet Thailand lebih tinggi dibandingkan Indonesia,”

Faktor Internal

Penurunan harga karet di Sumatera Selatan bukan hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor internal, kondisi karet di Tingkat petani itu sendiri, paling tidak terdapat 5 faktor internal yang dapat mempengaruhi harga karet di tingkat petani Sumatera Selatan

Pertama, sebagian besar produksi karet petani rendah. Untuk mencari 1 ton per ha pertahun saja sulit, hal ini dikarenakan asalan bibit, kurang pemeliharaan dan kurang pemupukan

Kedua, tanaman umumnya sudah tua. Dari Luas areal 1.2348.415 hektare terdapat 11 persen atau 139.295 hektare tanaman karet tua atau tanaman rusak

Ketiga, sebagian besar dijual melalui pedagang pengepul secara harian, padahal sudah ada kelembagaan petani karet antara lain UPPB yang menjual secara berkelompok melalui kemitraan atau lelang mingguan

Keempat, kebiasaan sebagian petani karet di Sumsel dengan menyimpan bokarnya secara direndam atau dicampur dengan bahan bukan karet untuk memperberat timbangan, hal ini berpengaruh terhadap mutu.

Kelima, bahan pembeku karet, pada umumnya petani karet selama ini menggunakan pembeku lateks yang murah dan mudah didapat di pasaran yang dapat menyerap air dalam jumlah banyak sehingga bokar yang diperoleh menjadi berat.

Padahal tingginya kadar air dalam bokar dapat meningkatkan kadar abu ataupun kadar kotoran, terutama kalau air yang diserap berupa air kotor. Penggunaan pembeku lateks seperti pupuk fosfat maupun tawas akan meningkatkan kadar abu atau kadar kotoran yang sangat signifikan sehingga menyebabkan turunnya kualitas bokar.

kelima inilah yang saat ini menjadi PR bagi Pemprov Sumsel melalui Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan untuk membantu meningkatkan pendapatan petani karet di Provinsi Sumatera Selatan

“Dengan adanya 220 sarjana tenaga pendamping produksi perkebunan (TP4) diharapkan mampu mendampingi para pekebun untuk meningkatkan produktivitas di 17 Kabupaten/kota se Sumsel,” harapnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKomplotan Pencuri Ratusan Kucing di China Ditangkap
Next Article Kesepakatan Activision Blizzard dan Microsoft Dapat Pengawasan Global
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,875 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,747 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,721 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?