Petugas kepolisian dari Kota Jinan, Provinsi Shandong berhasil menangkap komplotan pencuri ratusan kucing.
Dalam penangkapan tersebut, polisi menemukan 148 kucing yang dimasukkan ke dalam tujuh kandang bersama 31 burung pipit. Kucing ini diduga akan dijual dan diambil dagingnya.
Ziyang Huang dari Kelompok Perlindungan Hewan China VShine mengatakan kucing yang ditangkap para komplotan ini ditemukan dalam kondisi kurus dan menangis. Hewan tersebut diduga akan dikirim ke rumah jagal.
Para pelaku menangkap kucing dengan bantuan burung pipit yang mengepak dan berkicau di dalam kantong kawat di dalam perangkap yang dikendalikan dari jarak jauh.
“Kami telah melacak komplotan pencuri dan pedagang kucing ini untuk sementara waktu dan akhirnya menemukan tempat mereka menyimpan semua kucing yang mereka curi dari jalanan. Hewan-hewan malang ini dijejalkan dengan rapat di dalam kandang berkarat yang menunggu untuk dikirim ke China selatan untuk dibunuh untuk diambil dagingnya,” kata Ziyang Huang dikutip dari Independent, Kamis (1/9).
Ziyang menambahkan bahwa penggunaan lusinan burung pipit hidup untuk menangkap kucing-kucing itu mengejutkan karena menunjukkan sejauh mana perdagangan kucing telah dicapai. Pencuri kucing ini menggunakan teknik yang cukup canggih untuk menangkap kucing untuk perdagangan daging
Sementara itu, Dr Peter Li, spesialis kebijakan HSI China mengatakan mereka memancing kucing dengan burung pipit, serta menggunakan perangkat elektronik yang dikendalikan jarak jauh untuk menutup kandang. Setelah itu, mereka berkeliling dengan sepda motor untuk mengankut kucing ke tempat penampungan.
“Pihak berwenang tidak tahu berapa lama kucing-kucing itu dikurung tanpa makanan atau air di tengah cuaca panas yang melemahkan di negara itu,” katanya.
Namun, kucing ini dibawa bermil-mil melintasi China untuk dibunuh di pasar dan rumah jagal di Provinsi Guangdong dan Guangxi di Barat Daya China. Dimana, konsumsi daging kucing di wilayah tersebut telah berkurang.
Kedua provinsi ini selama ini menjadi dua wilayah utama negara konsumsi daging kucing. Sisa dari daratan tidak mengamati daging kucing sebagai bagian dari budaya makanannya.
Pejabat sekarang telah mengirim kucing yang diselamatkan ke aktivis Jinan dan kelompok penampungan lokal, sementara 29 burung pipit yang selamat dari tawaran perdagangan daging dilepaskan kembali ke alam liar.
Hanya saja saat ini, China tidak memiliki undang-undang perlindungan hewan yang memungkinkan geng tersebut dituntut karena kekejaman terhadap kucing, tetapi undang-undang China melarang kepemilikan burung pipit, spesies yang dilindungi di negara tersebut.
“Para pelaku ini dapat didakwa melanggar uu terhadap pencurian properti karena setidaknya dua penduduk Jinan setempat mengidentifikasi kucing curian mereka dari tempat yang diselamatkan,” tutupnya.

