RELUNG.ID – Tren penguatan harga karet yang sempat terjadi awal pekan kembali tertahan. Berdasarkan perkembangan pasar pada Rabu (22/7/2026), harga kadar karet kering (KKK) 100 persen turun Rp396 per kilogram, dari Rp38.974 menjadi Rp38.578 per kilogram dengan acuan kurs Rp17.819 per dolar Amerika Serikat.
Meski mengalami koreksi, pelaku usaha menilai harga tersebut masih berada pada level yang relatif tinggi dan memberikan prospek positif bagi petani karet.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan (Sumsel), Rudi Arpian, mengatakan pelemahan harga merupakan bagian dari dinamika perdagangan global yang saat ini masih berada dalam fase konsolidasi.
“Setelah mengalami rebound pada perdagangan sebelumnya, harga karet SGX-Sicom kembali terkoreksi. Namun harga KKK 100 persen masih bertahan di kisaran Rp38 ribu per kilogram, sehingga level ini masih tergolong kuat,” ujarnya.
Menurut Rudi, pola pergerakan harga sepanjang pekan ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara tekanan jual dan minat beli di pasar internasional. Kondisi tersebut membuat harga bergerak fluktuatif tanpa menunjukkan tren penurunan yang tajam.
Ia menjelaskan, selama beberapa hari terakhir harga membentuk pola koreksi–penguatan–koreksi, yang menjadi indikasi pasar masih mencari titik keseimbangan baru.
“Arah perdagangan pada Kamis dan Jumat akan sangat menentukan apakah harga kembali menguat atau tetap bergerak dalam fase konsolidasi,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Apkarindo mengingatkan petani agar tidak hanya berfokus pada pergerakan harga, tetapi juga menjaga kualitas bahan olah karet (bokar).
Menurut Rudi, mutu bokar menjadi faktor utama yang menentukan besaran harga yang diterima petani di tingkat pabrik. Semakin baik kualitas karet yang dipasarkan, semakin besar peluang memperoleh harga optimal meski pasar sedang berfluktuasi.
“Fluktuasi harga masih mungkin terjadi, tetapi pasar tetap bertahan pada level yang cukup tinggi. Karena itu, menjaga kualitas bokar menjadi kunci agar petani memperoleh harga jual terbaik,” jelasnya.
Berdasarkan daftar harga terbaru, nilai jual karet di Sumatera Selatan berdasarkan kadar karet kering (KKK) adalah sebagai berikut:
- KKK 100 persen: Rp38.578 per kilogram
- KKK 70 persen: Rp27.005 per kilogram
- KKK 60 persen: Rp23.147 per kilogram
- KKK 50 persen: Rp19.289 per kilogram
- KKK 40 persen: Rp15.431 per kilogram
- KKK 30 persen: Rp11.573 per kilogram

