RELUNG.ID– Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai Presiden Prabowo Subianto sebaiknya menerapkan mekanisme seleksi terbuka dalam pengisian jabatan strategis di Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk posisi Kepala BGN.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Fernando menilai, sejak awal pemerintahan, Prabowo cenderung mempercayakan jabatan strategis kepada orang-orang yang telah lama bekerja sama dengannya. Sudaryono sendiri diketahui merupakan mantan asisten pribadi Prabowo pada periode 2009–2014 dan saat ini masih aktif sebagai pengurus Partai Gerindra.
Meski demikian, menurut Fernando, kedekatan dengan Presiden tidak serta-merta menjadi jaminan keberhasilan memimpin lembaga yang menjalankan program prioritas nasional.
“Kalau saya lihat Pak Sudaryono ini kan masih minim sekali ketika akan mengepalai program prioritas yaitu Makan Bergizi Gratis ini,” ujar Fernando dalam wawancara On Focus Tribunnews, dikutip Kamis (23/7/2026).
Ia berpendapat jabatan strategis seperti Kepala BGN seharusnya diisi melalui proses seleksi yang terbuka dan kompetitif dengan melibatkan para pakar.
“Silakan dilakukan seleksi secara terbuka. Bila perlu ada kompetisi yang dilakukan yang melibatkan banyak pakar dan ini dilakukan secara terbuka siapa saja yang mau menduduki posisi itu. Supaya program prioritas ini jangan sampai gagal,” katanya.
Fernando menegaskan, kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan berarti masyarakat menginginkan program tersebut dihentikan. Sebaliknya, masukan tersebut diberikan agar pelaksanaan program yang menyerap anggaran besar itu berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kalau ada yang melakukan kritik dan masukan, itu karena kecintaan masyarakat terhadap pemerintahan beliau, supaya program-program prioritasnya bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Sudaryono resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Dengan jabatan barunya tersebut, ia melepas posisi sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) untuk fokus memimpin pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemilihan Sudaryono didasarkan pada pengalamannya sejak awal terlibat dalam perumusan konsep MBG.
“Beliau sejak awal mengikuti konsep dilahirkannya program Makan Bergizi Gratis, berdiskusi dan menggagas bagaimana teknis pelaksanaannya,” kata Prasetyo.
Selain itu, pengalaman Sudaryono di Kementerian Pertanian dinilai menjadi nilai tambah karena kementerian tersebut berperan penting dalam memastikan pasokan bahan baku pangan untuk mendukung pelaksanaan MBG.
Usai dilantik, Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis merupakan komitmen politik Presiden Prabowo Subianto yang tidak dapat dihentikan begitu saja.
Menurutnya, MBG merupakan mandat yang diberikan rakyat melalui kemenangan Prabowo dalam pemilihan presiden.
“Makan Bergizi adalah kontrak politik Presiden Prabowo. Direncanakan jauh-jauh hari, disampaikan saat kampanye, dan kemudian beliau terpilih menjadi Presiden,” ujar Sudaryono.
Ia menilai tuntutan untuk menghentikan program MBG maupun membubarkan BGN bukan merupakan bentuk kritik yang konstruktif. Fokus lembaga yang dipimpinnya saat ini, kata Sudaryono, adalah memperbaiki tata kelola, memastikan makanan bergizi yang aman bagi penerima manfaat, serta memperkuat dampak ekonomi bagi masyarakat melalui rantai pasok pangan.
“Fokus kami adalah perbaikan tata kelola, menyediakan gizi yang baik dan aman bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Ini adalah program dari rakyat dan akan diberikan kepada rakyat,” tegasnya.[YKP]

