RELUNG.ID – Harga kopi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, masih menunjukkan tren yang stabil meskipun sejumlah wilayah lain di Indonesia mengalami penurunan harga. Hal ini terutama berlaku untuk kopi jenis Robusta dengan kualitas petik merah.
Abi La Baba, seorang petani sekaligus pemilik usaha Kopi Kite asal Desa Serambi, Kecamatan Jarai, mengungkapkan bahwa harga kopi dengan kualitas baik di wilayahnya tetap berada di angka yang menguntungkan.
“Untuk petik merah, harga fine Robusta masih stabil, berkisar antara Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogram (Kg), karena stok di pasaran juga terjaga,” ujar Abi pada Selasa (3/6/2025).
Namun, Abi mencatat adanya penurunan harga untuk kopi kualitas standar (asalan), yang saat ini berada di kisaran Rp62.000 hingga Rp65.000 per Kg. Sebelumnya, harga untuk kualitas ini sempat mencapai Rp70.000 hingga Rp75.000 per Kg.
Menurut Abi, salah satu penyebab utama turunnya harga kopi asalan adalah pola distribusi yang masih didominasi oleh tengkulak. Hal ini menyebabkan harga jual dari petani menjadi sangat variatif.
“Jika petani memiliki akses pasar langsung, seperti menjual hasil panen mereka ke pabrik, harga yang didapat akan lebih stabil dan menguntungkan,” jelas Abi.
Selain itu, musim panen raya juga turut memengaruhi harga kopi, terutama untuk kualitas standar. “Pasokan yang melimpah akibat panen raya menjadi faktor utama turunnya harga,” tambahnya.
Abi menjelaskan bahwa wilayah Lahat terbagi menjadi dua zona, yaitu dataran tinggi dan rendah. Saat ini, wilayah dataran rendah sudah memasuki masa panen raya, sementara dataran tinggi baru memulai masa panennya.
“Jumlah produksi masih belum bisa diukur secara keseluruhan, karena panen di wilayah dataran tinggi baru dimulai,” tutup Abi.[THQ]

