RELUNG.ID — Pemerintah memastikan kewajiban pembayaran utang proyek kereta cepat tetap dipenuhi meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berpotensi tertekan akibat lonjakan harga minyak dunia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah tidak khawatir terhadap kewajiban pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh, meskipun harga minyak global saat ini meningkat dan berpotensi memengaruhi kondisi fiskal.
“Nggak apa-apa, kan utang kita nggak gede-gede amat,” ujar Purbaya kepada wartawan di Pasar Tanah Abang, Senin (9/3).
Lonjakan harga energi global kembali terjadi pada awal pekan ini. Berdasarkan data perdagangan internasional, harga minyak mentah jenis Brent crude oil tercatat mencapai sekitar USD103,7 per barel pada Senin (9/3).
Kenaikan harga minyak tersebut melampaui asumsi makro yang digunakan pemerintah dalam penyusunan APBN. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan beban subsidi energi sekaligus memperlebar potensi defisit anggaran.
Meski demikian, Purbaya menegaskan pemerintah tetap berkomitmen memenuhi kewajiban keuangan negara, termasuk pembayaran utang yang terkait dengan proyek infrastruktur strategis seperti kereta cepat Whoosh.
Namun, ia belum merinci besaran kewajiban utang proyek tersebut yang akan ditanggung oleh APBN maupun total nilai utang yang terkait dengan pembangunan kereta cepat tersebut.
“Nanti kita lihat ya gimananya. Tapi belum (ada pembahasan),” katanya.[THQ]

