RELUNG.ID- Harga minyak goreng di Pasar Pulau Emas, Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, terus merangkak naik. Saat ini, harga minyak goreng kemasan mencapai Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per liter.
Sementara minyak goreng curah dihargai Rp 19.000 per liter. Minyak goreng merek Minyakita sedikit lebih murah, yaitu Rp 18.000 per liter.
Kenaikan harga ini menimbulkan keluhan dari masyarakat. Wina, seorang ibu rumah tangga asal Empat Lawang, mengungkapkan keresahannya.
“Harga minyak goreng makin mahal, kami sebagai ibu rumah tangga jadi terbebani. Setiap hari kebutuhan dapur harus tetap terpenuhi, tapi harga terus naik,” katanya, Selasa (1412025).
Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Empat Lawang, Ade Chandra, menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak goreng ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk fluktuasi harga bahan baku di tingkat nasional.
“Kami terus memantau perkembangan harga di pasar dan akan berupaya agar stok minyak goreng tetap tersedia untuk masyarakat,” ujar Ade.
Kenaikan harga minyak goreng ini tentunya menjadi tantangan bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang harus mengatur pengeluaran rumah tangga di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok lainnya.
Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah untuk menjaga kestabilan harga demi meringankan beban warga. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk membeli minyak goreng sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata. [SLM]

