RELUNG.ID – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat (26/6/2026). Mata uang Garuda melemah ke level Rp17.980 per dolar Amerika Serikat (AS) di tengah sikap pelaku pasar yang masih memilih menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi global.
Hingga pukul 10.27 WIB, rupiah tercatat melemah 36 poin atau sekitar 0,20 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring menguatnya dolar AS dan meningkatnya kehati-hatian investor di pasar keuangan.
Chief Economist BTN, Myrdal Gunarto, mengatakan pelemahan rupiah masih relatif sejalan dengan pergerakan mata uang di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, mata uang regional seperti dolar Singapura dan baht Thailand juga mengalami tekanan pada perdagangan hari ini.
Meski demikian, ia menilai pelemahan rupiah tidak sedalam beberapa mata uang lain di kawasan, seperti won Korea Selatan maupun baht Thailand.
“Selain faktor eksternal berupa penguatan dolar AS, juga ada aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor global turut memberikan tekanan terhadap pasar keuangan domestik,”kata dia.
Ia juga menyoroti peringatan yang disampaikan MSCI yang memengaruhi persepsi investor terhadap pasar Indonesia. Di sisi lain, kebutuhan valuta asing yang meningkat menjelang akhir bulan turut memperbesar permintaan dolar AS.
“Permintaan valas biasanya meningkat untuk pembiayaan impor, terutama sektor manufaktur dan bahan bakar minyak, serta pembayaran utang luar negeri,” jelasnya.
Senada dengan itu, Economist and Fixed Income Analyst BCA Sekuritas, Felix Darmawan, menilai pergerakan rupiah saat ini lebih dipengaruhi sentimen pasar dibanding perubahan fundamental ekonomi.
Menurut Felix, investor masih memilih bersikap hati-hati karena berbagai ketidakpastian kebijakan global belum sepenuhnya mereda. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar belum berani mengambil posisi investasi yang lebih agresif.
“Pendekatan wait and see masih mendominasi karena investor menunggu kepastian sebelum menentukan langkah berikutnya,” ujarnya.[THQ]

