Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Hati-hati! Ini 6 Penyebab Motor Bisa Turun Mesin
Lifestyle

Hati-hati! Ini 6 Penyebab Motor Bisa Turun Mesin

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda16/01/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Motor turun mesin pastinya membuat kepala kalian pusing karena akan membutuhkan biaya tidak sedikit. Makanya agar motor kalian tidak turun mesin seharusnya harus segera diantisipasi.

Dilansir dari suzuki.co.id agar kalian tahu ini 6 penyebab motor bisa turun mesin, simak dibawah ini :

1- Tidak Ganti Oli Tepat Waktu

Fungsi oli bagi motor sangat vital, sebab menjadi elemen yang meminimalisir gesekan pada mesin serta mendinginkan suhu mesin agar tidak terlalu panas. Cara kerja oli adalah dengan mengisi berbagai celah yang terdapat pada roda gigi serta komponen mesin lain.

Oli memastikan agar komponen mesin dapat bergerak lebih halus. Maka dari itu, Anda perlu memperhatikan jadwal penggantian oli agar tepat pada waktunya. Bila tidak tepat waktu, maka Anda menambah risiko gesekan antar komponen mesin semakin kasar.

Risiko tersebut akan berakhir merembet pada kondisi komponen mesin yang cepat aus. Selain itu, komponen seperti stang dan seher pun akan lebih berat lalu bisa bengkok bahkan patah.

Bila sudah seperti itu, Anda pun harus melakukan penggantian pada keseluruhan set mesin yang mana perlu dilakukan dengan turun mesin motor.

Jadi, lakukan ganti oli tepat waktu ketika motor sudah mencapai 4.000 km, atau empat bulan sekali. Namun, sesuaikan juga dengan intensitas pemakaian motor. Bila Anda berkendara di kondisi macet dan cuaca panas, sebaiknya ganti oli setiap dua bulan sekali atau ketika mencapai 2.500 km.

Baca Juga: Ini 7 Fitur Penting Mengemudi saat Hujan

2- Jarang Servis Rutin Motor

Tidak hanya oli yang perlu diganti tepat waktu, Anda pun perlu servis motor keseluruhan secara rutin. Bila jaran servis, risikonya adalah turun mesin. Adapun langkah-langkah servis bagi Anda yang melakukannya di bengkel resmi harus diperhatikan.

Contohnya, untuk motor matik harus mengganti oli serta membersihkan filter udara setiap 2.000 hingga 3.0000 km, atau setiap 3 bulan. Lalu, bila Anda telah tiga kali melakukan ganti oli, lakukan penggantian oli gardan.

Ketika memasuki satu tahun, atau 12.000 km, seluruh komponen motor Anda akan dicek. Seperti ruang bakar, pengereman, injektor, hingga kelistrikan.

Tahap tersebut akan memberitahu Anda jika memang terdapat masalah pada mesin. Jadi, bagi yang jarang servis maka hasil pengecekan pun cenderung bermasalah.

3- Suka Menerobos Banjir

Penyebab turun mesin motor berikutnya adalah kebiasaan menerobos banjir, yang mana membuat air berisiko masuk ke mesin lalu tercampur dengan pelumas.

Walaupun dampaknya tidak langsung terlihat, namun lambat laun Anda akan mendapati mesin berkarat dan baret. Bila sudah berkarat, motor akan mengalami mati mendadak ketika Anda berkendara di tengah perjalanan. Masalah tersebut hanya dapat teratasi dengan metode turun mesin.

Itulah mengapa, sebaiknya hindari menerobos banjir terlalu sering kecuali tidak ada alternatif jalan memutar lagi. Bila masih bisa putar balik dan melewati jalan alternatif, lakukan saja daripada di kemudian hari Anda harus menanggung biaya yang jumlahnya tidak kecil.

Baca Juga: Ini 4 Dampak Kerusakan Kelistrikan Motor saat Terobos Banjir

4- Tidak Rajin Mengganti Air Radiator

Air radiator merupakan elemen yang dapat mendinginkan mesin motor saat komponennya bekerja. Bila Anda malas mengganti air radiator, maka ketika habis mesin akan menjadi cepat panas karena elemen pendinginnya berkurang.

Mesin yang terlalu panas, atau overheating, maka mesin berisiko nge-jam. Kondisi tersebut ketika bagian di dalam mesin mengembang akibat suhu yang terlalu panas, lalu sirkulasi oli tidak berjalan, serta terlalu rapatnya ruang gerak piston.

Dampak berikutnya adalah motor jadi hilang tenaga karena pistonnya tidak dapat bergerak walaupun sudah digas. Bila dipaksakan, maka akan memicu kondisi yang harus turun mesin motor seperti stang seher patah hingga klep bengkok.

5- Modifikasi Mesin (Bore Up)

Modifikasi mesin dengan tujuan meningkatkan kecepatan dan performa motor melalui peningkatan cc mesin adalah apa yang bisa Anda sebut sebagai bore up. Umumnya, bore up ini akan meningkatkan diameter piston menjadi lebih besar dari standar seharusnya.

Bore up juga membuat seluruh aspek mesin harus bekerja lebih keras dibandingkan standar dari pabrik. Hal tersebut akan memicu komponen mesin lebih cepat aus. Terutama apabila modifikasi mesin ini dilakukan bukan dengan teknisi profesional.

Dampaknya bila mesin sudah mencapai batas maksimal adalah komponen harus diperbaiki dengan turun mesin. Jadi, melakukan bore up tidak bisa sembarangan.

6- Berkendara dengan Buruk

Satu lagi penyebab turun mesin motor yang kerap disepelekan, yaitu berkendara tanpa memperhatikan prosedur pemakaiannya. Contoh umumnya mulai dari sering menggeber motor, lalu ugal-ugalan, hingga menarik gas dengan sembrono.

Hal tersebut akan memicu mesin lebih cepat aus. Bia sudah parah dan berlebihan, komponen pada mesin pun menjadi turun kualitasnya. Risiko perbaikan dengan turun mesin pun bukan tidak mungkin harus dilakukan.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIni 7 Fitur Penting Mengemudi saat Hujan
Next Article Pembagian Zona Kampanye Akbar Dalam Pemilu 2024
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,910 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,782 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,755 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?