RELUNG.ID – Kejadian malang dialami Nurjala (76) warga Dusun 5 Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim.
Pasalnya, rumah yang ditinggalinya hancur berantakan akibat ditabrak truk Mitsubishi Fuso yang mengangkut batu bara.
Tak hanya rumahnya yang hancur, anaknya pun mengalami luka ringan di bagian kepala dan kaki akibat tertimpa puing bangunan rumah yang roboh.
“Kejadian ini terjadi saat saya akan mengambil wudhu untuk Salat Subuh, tiba-tiba terdengar dentuman dan saya langsung menggendor anak saya yang sedang tidur,” kata pemilik rumah, Nurjala.
Saat dia melihat kedepan, ternyata rumah yang ditinggalinya tersebut ditabrak oleh truk. Bahkan, sudah ramai warga berdatangan.
“Anak saya Pandra (34) terluka di bagian kepala dan kakinya karena tertimpa material bangunan,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut, dia bersama keluarganya pun mengalami trauma. Kini, dia bersama keluarganya juga telah mengamankan sopir truk untuk mengantisipasi terjadinya amukan massa serta meminta untuk biaya ganti rugi terhadap perusahaan.
“Tadi sudah ada mediasi, tapi perusahaan belum sanggup membayar, hanya mau memperbaiki rumah saja,” bebernya.
“Kalau tuntutan ganti rugi ini tidak dikabulkan, kami akan biarkan rumah ini hancur dan menahan mobil truk perusahaan agar tidak dibawa pergi,” tegasnya.
Sementara itu, sopir truk, Hilman (34) mengatakan, sebelum kejadian dia menumpang parkir di lahan sebelah rumah Nurjala karena truk yang dikendarainya tersebut rusak patah as.
“Karena kita biasa muat di sini jadi izin sama tukang parkirnya untuk parkir di sini karena mobil rusak,” katanya.
Saat parkir dia sudah menggunakan rem tangan dan memasukkan gigi mobil, Hanya saja, dia mengaku truk tersebut tidak diganjal. Sehingga saat dirinya tertidur di dalam truk, tidak disangka truk tersebut berjalan sendiri.
“Biasanya kuat tapi karena muatan beban berat mungkin tidak ketahan,” katanya.
Sopir truk tersebut kini telah diamankan oleh Satlantas Polres Muara Enim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Akibat peristiwa ini, warga akan melakukan penyetopan terhadap truk angkutan batu bara apabila tidak ada kejelasan dari pihak perusahaan. (NVS)

