RELUNG.ID — Pengunduran diri Heri Amalindo sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) Sumatera Selatan dari PDI Perjuangan (PDIP) secara mendadak mengejutkan DPD PDIP Sumsel.
Pengunduran diri ini disampaikan Heri menjelang pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan bersamaan dengan rencana pengumuman calon kepala daerah (Cakada) tahap dua oleh PDIP.
Giri Ramanda Kiemas, Ketua DPD PDIP Sumsel, mengungkapkan bahwa Heri Amalindo masih menjadi prioritas untuk maju pada Pilgub Sumsel 2024.
Ia membantah anggapan bahwa pengunduran diri Heri terkait dengan dinamika politik internal partai yang tidak mendukungnya. Menurut Giri, PDIP akan selalu memprioritaskan kadernya sendiri dalam Pilkada serentak.
“Hingga saat ini, belum ada putusan dari DPP Partai (PDI Perjuangan),” jelas Giri pada Jumat (16/8/2024).
Giri juga meminta semua pihak untuk bersabar menunggu pengumuman tahap dua yang akan disampaikan oleh DPP PDIP di pusat.
Dalam pengumuman tersebut, PDIP diharapkan mengumumkan siapa saja calon kepala daerah yang akan mendapat restu untuk menghadapi Pilkada.
“Memang masih terbuka untuk diusung, dan masih ada (Pengumuman Gelombang Kedua),” tambah Giri.
Giri menegaskan, meskipun Heri tidak termasuk dalam daftar kepala daerah yang diumumkan sebelumnya, siapapun yang akan diusung PDIP akan disampaikan setelah 17 Agustus 2024. Pilgub Sumsel masih menjadi bahan pertimbangan DPP PDIP dalam menentukan calon yang akan diusung.
“Rencananya tahap 2 setelah 17 Agustus atau minggu depan akan diumumkan, informasinya ada 14 Kabupaten yang sudah diplenokan dan masih ada 3 yang belum,” ungkap Giri.
Saat ini, DPD PDIP Sumsel terus melakukan analisis situasi dan kondisi di lapangan sebagai bahan pertimbangan bagi DPP PDIP dalam menentukan sikap. Hal ini dilakukan untuk mempersempit kandidat yang akan diusung PDIP pada Pilkada 2024.
“Kami hanya menganalisa situasi dan mengerucutkan kandidat. Keputusan akhir tetap di tangan DPP PDIP,” ujar Giri.
Meskipun Heri Amalindo telah menyatakan mundur, peluangnya untuk maju sebagai bacagub Sumsel masih terbuka. Heri dan Popo Ali, yang menjadi pasangan calon, sudah mendapat dukungan dari PKB dan PAN dengan total 13 kursi, hanya kurang dua kursi lagi untuk bisa maju dalam Pilgub Sumsel. Dukungan tambahan bahkan datang dari Hanura dan PKN, yang dianggap bisa memberikan tambahan amunisi bagi keduanya.
Namun, PDIP hingga kini belum mengeluarkan rekomendasi resmi yang bisa menjadi jalan bagi Heri untuk maju dalam kontestasi Pilkada serentak.[AYK]

