RELUNG.ID – Pemprov Sumsel kian memantapkan langkah menjadikan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat sebagai simpul utama logistik dan perdagangan regional. Proyek strategis ini tidak hanya diposisikan sebagai infrastruktur fisik, tetapi sebagai motor penggerak ekonomi jangka panjang Sumsel.
Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan pelabuhan tersebut harus bergerak cepat, terukur, dan terintegrasi dengan infrastruktur pendukung lainnya. Menurutnya, Tanjung Carat akan menjadi wajah baru Sumsel dalam peta perdagangan nasional maupun internasional.
“Pelabuhan ini bukan sekadar proyek, tapi pintu masuk baru pertumbuhan ekonomi Sumsel,” kata Herman Deru saat memimpin rapat evaluasi pembangunan di Palembang.
Gubernur menilai progres yang dicapai Tim Percepatan Pembangunan menunjukkan arah yang menjanjikan. Pola kerja agresif dan koordinasi lintas sektor dinilai menjadi modal penting agar proyek dapat direalisasikan sesuai target.
Lebih jauh, Herman Deru menegaskan Pemprov Sumsel tidak akan setengah-setengah dalam mendukung pembangunan Tanjung Carat. Seluruh perangkat daerah diminta bergerak seirama untuk mengatasi hambatan teknis maupun administratif yang muncul di lapangan.
“Kalau ada kendala, segera disampaikan. Pemerintah provinsi siap memfasilitasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya konektivitas sebagai kunci keberhasilan pelabuhan. Akses jalan tol dan jalur kereta api yang terhubung langsung ke kawasan pelabuhan disebut menjadi faktor penentu daya saing Tanjung Carat sebagai pelabuhan samudera modern.
Menurut Herman Deru, pembangunan pelabuhan ini merupakan hasil kesinambungan gagasan para pemimpin Sumsel sebelumnya. Karena itu, ia ingin memastikan Tanjung Carat benar-benar memberikan dampak sosial dan ekonomi, termasuk mendorong penurunan angka kemiskinan di Sumsel.
“Yang kita kejar bukan hanya bangunan pelabuhan, tapi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.[THQ]

