Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/2026

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Techno»Hilal 1 Syawal Diprediksi Sulit Terlihat, Pengamatan Dilakukan Intensif
Techno

Hilal 1 Syawal Diprediksi Sulit Terlihat, Pengamatan Dilakukan Intensif

alwiBy alwi19/03/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Peluang terlihatnya hilal sebagai penanda awal 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan cukup kecil. Hal ini disebabkan posisi Bulan yang sangat dekat dengan Matahari saat waktu pengamatan pada 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026.

Peneliti dari Observatorium Bosscha, Yatni Yulianti, menjelaskan bahwa secara astronomis jarak sudut Bulan terhadap Matahari (elongasi geosentri) di wilayah Indonesia berada pada kisaran 4,6 hingga 6,2 derajat.

“Jika dilihat dari perspektif pengamat di permukaan Bumi, nilai elongasi ini bahkan lebih kecil, yakni sekitar 4,0 hingga 5,5 derajat,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Baca juga :   Rumor: Apple Berencana Tunda Peluncuran iPhone 18 Versi Standar

Selain itu, posisi ketinggian Bulan saat Matahari terbenam juga relatif rendah. Di wilayah Indonesia bagian barat, hilal diperkirakan hanya berada pada kisaran 0 hingga 3 derajat di atas ufuk barat.

Kondisi tersebut membuat proses rukyatul hilal menjadi cukup menantang. Pasalnya, hilal yang terlalu dekat dengan Matahari dan berada di ketinggian rendah akan sulit diamati secara langsung, bahkan dengan bantuan alat optik.

Meski demikian, Observatorium Bosscha tetap akan melakukan pengamatan intensif menggunakan teleskop dan perangkat pencitraan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Baca juga :   BSB Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Antisipasi Lonjakan Transaksi Lebaran

Selain di Lembang, pengamatan juga dilakukan di wilayah Lhok Nga dengan dukungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Lokasi tersebut dinilai strategis karena posisi Bulan berada mendekati batas minimal visibilitas hilal.

Yatni menambahkan, keberhasilan pengamatan hilal tidak hanya ditentukan oleh posisi Bulan, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor lain seperti kondisi atmosfer, kejernihan langit, serta pengalaman dan metode yang digunakan oleh pengamat.

Data hasil observasi ini nantinya akan menjadi salah satu rujukan penting dalam menentukan awal bulan Syawal. Namun demikian, keputusan resmi tetap berada di tangan pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada 19 Maret 2026.

Baca juga :   Posko Mudik Lebaran 2026, Dinkes Prabumulih Siagakan Tenaga Medis

“Hasil pengamatan ini diharapkan dapat memperkuat data astronomi sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam penetapan awal Syawal,” pungkasnya. (THQ)

1 Syawal1447 H Hilal Lebaran Idulfitri 1447 H
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRatu Dewa Buka Open House Lebaran, Warga Palembang Diundang Bersilaturahmi
Next Article PCNU Palembang Ikuti Keputusan PBNU, Idulfitri 1447 H Diprediksi 21 Maret 2026
alwi

Related Posts

Techno

Laba Samsung Tembus 145 Miliar USD, Produksi HP Dikabarkan Bakal Dipangkas 30 Persen

10/10/20263 Views
Techno

Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Kuasai Pasar

10/10/20262 Views
Techno

Google Siapkan Emoji HDR untuk Chat, Tawarkan Tampilan Lebih Cerah dan Kontras

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,918 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,791 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,764 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?