RELUNG.ID – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Palembang mengklaim turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Palembang yang saat ini mencapai 5,91 persen.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Palembang, Peby Anggi Pratama, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari peran pelaku usaha, termasuk para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI, melalui berbagai aktivitas bisnis dan program pemberdayaan ekonomi.
“Kami optimistis HIPMI turut mengambil peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut melalui berbagai aktivitas usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Peby saat Rapat Kerja Cabang (Rakercab) HIPMI Kota Palembang 2026 di Grand Atiyasa Convention Center Palembang, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Palembang sebesar 5,91 persen menjadi indikator positif karena berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan maupun nasional. Karena itu, HIPMI berkomitmen terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Peby menjelaskan, Rakercab 2026 menjadi momentum bagi organisasi untuk menyusun program kerja strategis yang sejalan dengan visi pembangunan Kota Palembang.
“Kami ingin mewujudkan Palembang Berdaya, Palembang Berjaya, HIPMI Berdaya, dan ekonomi yang berdampak. Karena itu, sinergi dengan Pemerintah Kota Palembang menjadi hal yang sangat penting,” katanya.
Ia menyebutkan, HIPMI Palembang tidak hanya berorientasi pada pengembangan usaha anggotanya, tetapi juga mendorong lahirnya pengusaha muda yang memiliki kepedulian sosial serta aktif berkontribusi bagi masyarakat.
Sejumlah program yang dijalankan organisasi itu antara lain pasar murah, pelatihan kewirausahaan, business matching, hingga forum berbagi pengalaman bisnis yang menghadirkan narasumber dari tingkat lokal maupun nasional. Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar anggota hingga ke tingkat nasional dan internasional.
Saat ini HIPMI Kota Palembang memiliki 166 anggota yang bergerak di berbagai sektor usaha. Peby optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring meningkatnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia wirausaha.
Ia menambahkan, kepengurusan HIPMI Palembang masih memiliki masa bakti sekitar dua tahun dua bulan sehingga berbagai program pemberdayaan ekonomi akan terus diperkuat melalui 12 bidang yang dimiliki organisasi, mulai dari sektor perbankan, ekonomi kreatif, olahraga, hingga bidang strategis lainnya.
Dalam kesempatan itu, Peby juga berharap pemerintah dapat mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi agar tidak membebani dunia usaha maupun masyarakat.
Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Palembang, Akhmad Bastari, mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha.
“Momentum Rakercab ini harus dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi dan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan dunia usaha. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan peluang ekonomi baru yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bastari. (DSK)

