RELUNG.ID – DPRD Provinsi Sumatera Selatan didesak memperkuat pengawasan terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih membebani masyarakat, mulai dari dugaan maladministrasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), tingginya angka anak putus sekolah, hingga buruknya infrastruktur.
Desakan tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Sumsel dan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Sumsel di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Sumsel, Kamis (25/6/2026).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie dan dihadiri pimpinan serta anggota DPRD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), aparat penegak hukum, serta perwakilan organisasi mahasiswa.
Dalam forum itu, mahasiswa melontarkan kritik terhadap sejumlah persoalan nasional maupun daerah yang dinilai belum tertangani optimal. Mulai dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kenaikan harga BBM, stabilitas harga kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, ketenagakerjaan, hingga pemerataan pembangunan. Namun, sektor pendidikan menjadi sorotan paling tajam.
Ketua PMII Sumsel Syadina Ali mengatakan, berbagai tuntutan yang sebelumnya disampaikan melalui aksi unjuk rasa diharapkan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi ditindaklanjuti melalui kebijakan konkret.
Mahasiswa menyoroti masih tingginya angka anak putus sekolah di Sumsel yang diperkirakan mencapai sekitar 157 ribu jiwa. Mereka juga mengkritisi keterbatasan daya tampung sekolah negeri, dugaan maladministrasi dalam pelaksanaan SPMB, hingga dugaan praktik jual beli bangku sekolah.
Selain itu, pemerintah diminta memperluas akses internet di sekolah, melengkapi fasilitas laboratorium, serta memperkuat program beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie mengatakan persoalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat telah diteruskan kepada DPR RI melalui Badan Aspirasi DPR RI.
“Pada prinsipnya, berbagai persoalan nasional yang menjadi aspirasi mahasiswa akan terus kami sampaikan kepada pemerintah pusat dan DPR RI sesuai kewenangan yang dimiliki,” katanya.
DPRD Sumsel juga berkomitmen melibatkan perwakilan Cipayung Plus dalam agenda RDP bersama DPR RI agar aspirasi mahasiswa dapat disampaikan secara langsung.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Sumsel Alwis Gani mengakui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis masih memerlukan pembenahan dari sisi tata kelola. Meski demikian, menurutnya program tersebut memiliki tujuan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Di sektor pendidikan, Alwis mengungkapkan pemerintah bersama DPRD telah menyepakati program revitalisasi sekolah dengan pemerintah pusat. Pada 2026 direncanakan pembangunan 72 gedung sekolah baru disertai bantuan revitalisasi bagi sekolah yang sudah ada.
Terkait SPMB, DPRD memastikan sistem penerimaan siswa baru akan terus dievaluasi. Bahkan mulai 2027 proses penerimaan ditargetkan dilakukan sepenuhnya melalui aplikasi guna meningkatkan transparansi dan menekan potensi penyimpangan.
Persoalan kesehatan juga mendapat perhatian. Mahasiswa menilai masih terjadi kesenjangan akses layanan kesehatan di sejumlah wilayah Sumsel.
Menjawab hal itu, Dinas Kesehatan Sumsel menyatakan pemerintah terus memperkuat standar pelayanan, digitalisasi rumah sakit, program penurunan stunting, serta layanan kesehatan ibu dan anak.
Di bidang infrastruktur, mahasiswa mengeluhkan masih banyaknya jalan dan jembatan rusak, terutama di wilayah perairan. Penanganan banjir di Kota Palembang juga dinilai belum maksimal dan membutuhkan pembenahan sistem drainase serta penataan ruang yang lebih terintegrasi.
Menutup rapat, DPRD Sumsel bersama Cipayung Plus menyepakati sejumlah rekomendasi. Di antaranya memperketat pengawasan pelaksanaan SPMB, mengaudit penggunaan dana komite sekolah, memperkuat program beasiswa, menyusun peta jalan penurunan angka anak putus sekolah, meningkatkan pemerataan layanan kesehatan, mempercepat perbaikan infrastruktur, hingga memperkuat program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan UMKM berbasis data. (DSK)

