Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mencatat kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Sumsel mengalami peningkatan.
Sejak Januari hingga saat ini, total kasus yang dilaporkan yakni mencapai 210 kasus. Dimana, 149 diantaranya pasangan gay atau Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL).
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Sumsel, Muyono mengatakan di tahun 2021, Kasus HIV di Sumsel hanya ada 208 kasus. Namun, di tahun 2022 ini mencapai 210 kasus. Dimana, berdasarkan catatan, mereka yang terjangkit ini rata-rata pasangan gay di usia yang produksi yaitu 20 hingga 29 tahun serta 30 hingga 39 tahun.
“Peningkatan ini karena pola gaya hidup yang telah berubah,” katanya, Kamis (1/9).
Dia menjelaskan, kasus ini paling banyak ditemukan di Palembang dengan jumlah 112 kasus. Kemudian, Banyuasin 19 kasus, OKI 17 kasus, Muara Enim 15 kasus, OKU Timur 11 kasus, Muba 10 Kasus, Prabumulih 7 kasus, OI 5 kasus, OKU 4 kasus, Pagaralam 3 kasus, Lahat 2 kasus dan Lubuklinggau serta OKU Selatan masing-masing 1 kasus.
Berbeda dengan kasus AIDS. Untuk kasus AIDS di Sumsel mengalami penurunan dari semula tahun 2021 sebanyak 121 kasus, sedangkan di tahun 2022 sebanyak 112 kasus. “Di tahun 2021 lalu ada 131 yang LSL,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan menambahkan dari berdasarkan pendataan dari Dinkes Palembang, terdapat 116 pasangan gay yang dilaporkan terjangkit HIV.
Dimana, rinciannya yaitu 15 mahasiswa, 35 pegawai swasta, tiga tenaga profesional non medis, satu tenaga profesional medis, 14 wiraswasta, 2 oran tidak bekerja dan 46 lainnya.
“Tahun ini itu ada 185 kasus HIV yang dilaporkan. Mereka ini mayoritas LSL,” tutupnya.

