RELUNG.ID – Kabar dicopotnya Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 kota Prabumulih, Roni Ardiansyah lantaran menegur anak seorang pejabat yang membawa mobil viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @lets.talkdenjoy.
Dalam video yang beredar, terlihat seluruh murid Roni yang ada di SMP Negeri 1 kota Prabumulih, menangis haru melepaskan sosok kepala sekolah mereka yang dikenal sebagai pengajar yang baik.
Narasi dalam video itu juga menyebut bahwa pencopotan tersebut dilakukan lantaran Roni menegur seorang anak pejabat yang membawa mobil di lingkungan sekolah.
Viralnya peristiwa ini mendapat sorotan dari pengacara kondang yakni Hotman Paris Hutapea. Dalam unggahan terbarunya, Hotman menampilkan gambar dari sebuah akun tiktok @seputarkotapalembang.
Di mana, akun tersebut menuliskan “Tak hanya Kepsek, Satpam SMPN 1 Prabumulih diduga ikut dipecat imbas tegur anak walikota bawa mobil,” tulis akun tersebut yang diunggah Hotman Paris.
Dalam unggahan ini, Hotman pun menuliskan sebuah keterangan.
“Apa ini benar??” tulis Hotman, Selasa (16/9/2025)
Sontak unggahan Hotman ini direspon oleh netizen. Mereka pun meminta pengacara kondang ini turun tangan untuk menegakkan keadilan.
“Bener bang tolong ditindak kasihan ditindas oleh kekuasaan,” tulis @17***
“Gas kan Bang Hotman baru juga jadi wali kota udah ngerasa punya setengah dunia dia,” tambah @am***.
“Benar Pak, Ayo Pak Berikan Keadilan untuk Kepsek dan Satpamnya Pak,” tulis akun @hn***
Sebelumnya, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 kota Prabumulih, Roni Ardiansyah mengatakan, jika video yang beredar tersebut tidak ada yang dikondisikan. Rekaman tersebut langsung dibuat oleh para guru setelah mengetahui dirinya akan dicopot sebagai kepala sekolah.
“Kalau lihat video yang beredar itu tidak ada yang mengkondisikan, mereka lari menyerbu aku. Itu bukan perpisahan aku,mungkin mereka sudah mendengar isu (bakal dicopot). Video dibuat spontanitas saja oleh guru saya,” katanya.
Meski demikian, dia mengaku ikhlas setelah dicopot dari jabatannya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Roni mengaku bahwa pencopotannya tersebut lantaran salah mengambil kebijakan. Namun, Roni enggan menanggapi lebih jauh soal kabar bahwa ia dicopot setelah menegur anak pejabat membawa mobil ke lingkungan sekolah.
“Intinya saya sudah sertijab, saya ikhlas, karena memang penyebabnya saya buat kebijakan. Saya sangat menghormati dari pada keputusan pimpinan,”ujar Roni saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (16/9/2025). (vid)

