Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Hotspot Sumsel Meledak, 264 Titik Terdeteksi dalam Sehari dan 2.203 Titik Sepanjang Agustus
Regional

Hotspot Sumsel Meledak, 264 Titik Terdeteksi dalam Sehari dan 2.203 Titik Sepanjang Agustus

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda17/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kebakaran di Desa Sungai Rambutan, Ogan Ilir. Foto : Manggala Agni
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kembali meningkat. Memasuki puncak musim kemarau, jumlah titik panas atau hotspot melonjak lebih dari lima kali lipat, dari sebelumnya 51 titik menjadi 264 titik pada 15 Agustus 2026.

Data tersebut merupakan pantauan hingga Minggu (16/8/2026) pukul 03.00 WIB. Ratusan hotspot itu tersebar di 14 kabupaten/kota dan sebagian di antaranya terdeteksi di kawasan gambut yang memiliki risiko kebakaran lebih tinggi.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan lonjakan hotspot menjadi perhatian karena jumlahnya kini kembali mendekati angka tertinggi yang tercatat beberapa hari sebelumnya.

“Hotspot di Sumsel kembali mengalami peningkatan. Pada 15 Agustus terpantau 264 titik di 14 daerah,” ujar Sudirman, Minggu (16/8/2026).

Dari total tersebut, 225 titik berada di lahan mineral, sedangkan 39 titik lainnya terdeteksi di kawasan gambut.

“Kalau dilihat berdasarkan jenis lahannya, 39 titik berada di lahan gambut dan 225 titik berada di lahan mineral,” katanya.

Musi Banyuasin menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak pada 15 Agustus, yakni 62 titik. Sebanyak 10 titik di antaranya berada di lahan gambut.

Selanjutnya Banyuasin mencatat 33 titik, termasuk tiga titik di gambut. Musi Rawas 31 titik dengan lima titik di gambut, serta Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 29 titik dengan satu titik berada di gambut.

Jika dihitung sejak awal Agustus, eskalasi hotspot terlihat lebih jelas. Sepanjang 1-15 Agustus 2026, Sumsel telah mencatat 2.203 titik panas.

Angka tersebut bahkan telah melampaui jumlah hotspot sepanjang Juli yang tercatat 1.721 titik.

OKI menjadi wilayah dengan akumulasi hotspot tertinggi selama periode tersebut, mencapai 479 titik, disusul Musi Banyuasin 401 titik, Banyuasin 257 titik dan Muara Enim 255 titik.

Sementara secara kumulatif sejak awal 2026, jumlah hotspot di Sumsel telah mencapai 5.773 titik.

BPBD menilai peningkatan tersebut sejalan dengan masuknya puncak musim kemarau pada Agustus. Kondisi lahan yang semakin kering membuat potensi api berkembang menjadi karhutla semakin besar.

Bahkan, berdasarkan data BPBD, jumlah hotspot pada periode Juli-Agustus tahun ini tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk menjadi yang tertinggi sejak 2015.

Lonjakan titik panas tersebut juga berjalan beriringan dengan meningkatnya kejadian karhutla.

Hingga 14 Agustus 2026, BPBD Sumsel mencatat sebanyak 1.253 kejadian karhutla. Sebanyak 12 kabupaten/kota masuk kategori zona merah, satu daerah zona oranye dan empat daerah berada di zona kuning.

Sudirman mengatakan pemantauan hotspot terus dilakukan bersama berbagai unsur untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran.

“Yang paling penting adalah kewaspadaan dan pencegahan. Masyarakat kami imbau tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat memicu karhutla,” tegasnya.[THQ]

Hotspot Karhutla Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleUsai 7 Jam Dicari, Raka Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sungai Musi
Next Article Karhutla Sumsel Belum Padam, Hampir 100 Hektare Terbakar di 4 Lokasi
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20267 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,912 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,784 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,757 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?