RELUNG.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) di tengah puncak musim kemarau. Manggala Agni kembali melakukan pemadaman lanjutan di empat lokasi dengan total luasan sementara sekitar 96 hektare.
Kebakaran bahkan berlangsung berhari-hari di sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat petugas harus kembali dikerahkan untuk mencegah api meluas dan menjalar ke kawasan lain.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan pemadaman lanjutan dilakukan pada Minggu (16/8/2026).
“Hari ini Manggala Agni masih akan melakukan pemadaman lanjutan di beberapa wilayah Sumsel. Beberapa titik karhutla terbakar sejak beberapa hari terakhir,” ujar Ferdian.
Empat lokasi yang menjadi sasaran pemadaman berada di dua titik di Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim dan Musi Banyuasin (Muba).
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian adalah Desa Tulung Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan, OKI.
Karhutla di kawasan tersebut telah berlangsung selama tujuh hari. Manggala Agni bersama satgas gabungan mengerahkan satu regu untuk melakukan pemadaman.
“Luas karhutla di Tulung Selapan ini mencapai 11 hektare,” katanya.
Petugas juga melakukan pemadaman di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, OKI. Kebakaran di lokasi tersebut telah memasuki hari keempat dengan luasan mencapai 50 hektare.
Dua titik di OKI tersebut menjadi bagian terbesar dari total luasan karhutla yang tengah ditangani Manggala Agni.
Di Kabupaten Muara Enim, pemadaman dilakukan di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang. Api telah bertahan selama lima hari dan membakar sekitar 15 hektare lahan.
Sementara di Muba, kebakaran terjadi di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir. Api telah memasuki hari keenam dengan luasan sekitar 20 hektare.
Untuk menangani lokasi tersebut, dua regu Manggala Agni dikerahkan.
Ferdian mengatakan angka luasan tersebut masih merupakan estimasi awal karena proses digitasi belum selesai dilakukan.
“Estimasi luasan karhutla di wilayah ini masih sangat kasar, belum digitasi. Total luasannya di kisaran 96 hektare,” ujarnya.
Selain memadamkan api, Manggala Agni juga memperkuat pengawasan untuk mengantisipasi munculnya titik kebakaran baru.
“Sejumlah personel disiagakan untuk covering area di wilayah Ogan Ilir dan Palembang,”kata dia.
“Dua regu Daops Banyuasin ditempatkan di Pondok Kerja Pegayut. Selain itu, masing-masing satu regu dari Daops Sarolangun dan Daops Muara Tebo disiagakan di Posko Balai, serta satu tim ditempatkan di Posko Seksi III,”tambah dia.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat respons apabila ditemukan indikasi kebakaran baru.
Ferdian mengatakan pemadaman dan pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.[THQ]

