RELUNG.ID – Hujan yang sempat meredam kemunculan titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan ternyata hanya memberikan jeda sementara. Sehari setelah kondisi hotspot tercatat nihil, jumlah titik panas kembali melonjak menjadi 57 titik berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) Kementerian Kehutanan per 23 Juli 2026.
Fenomena tersebut memperlihatkan betapa cepatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat ketika cuaca berubah menjadi lebih cerah. Kondisi ini menjadi peringatan bahwa ancaman karhutla masih membayangi sejumlah daerah di Sumsel meski sempat diguyur hujan.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan Sudirman mengatakan, lonjakan hotspot terjadi setelah sehari sebelumnya tidak terdeteksi adanya titik panas akibat hujan yang mengguyur beberapa wilayah.
“Hotspot kembali mengalami lonjakan, terdeteksi sebanyak 57 titik di wilayah Sumsel. Paling banyak berada di Muara Enim dan Ogan Ilir, masing-masing 10 titik,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Menurut Sudirman, kondisi cuaca menjadi faktor utama yang memengaruhi kemunculan hotspot. Saat hujan turun, suhu permukaan menurun sehingga titik panas tidak terdeteksi. Namun ketika cuaca kembali cerah dan kering, hotspot kembali bermunculan.
“Hal ini menunjukkan kondisi cuaca sangat memengaruhi kemunculan titik panas,” katanya.
Selain Muara Enim dan Ogan Ilir, sebaran hotspot juga terpantau di Musi Banyuasin sebanyak delapan titik, Lahat dan Ogan Komering Ilir masing-masing tujuh titik, Ogan Komering Ulu serta Ogan Komering Ulu Timur masing-masing lima titik, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dua titik, serta masing-masing satu titik di Empat Lawang, Musi Rawas Utara, dan Ogan Komering Ulu Selatan.
Data Sipongi juga menunjukkan tren peningkatan hotspot sepanjang musim kemarau tahun ini. Hingga 23 Juli 2026, jumlah hotspot yang terpantau di Sumatera Selatan telah mencapai 3.051 titik. Dari jumlah tersebut, Juli menjadi bulan dengan kemunculan hotspot terbanyak, yakni 1.202 titik. Sebelumnya, pada Juni tercatat 755 titik dan Mei sebanyak 708 titik.
Secara kumulatif, Muara Enim menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi sepanjang tahun ini, mencapai 523 titik. Posisi berikutnya ditempati Musi Banyuasin dengan 464 titik, Lahat 415 titik, Musi Rawas Utara 270 titik, Ogan Komering Ilir 260 titik, dan Musi Rawas sebanyak 208 titik.[THQ]

