RELUNG.ID – Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kembali meningkat. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan kontribusi hotspot terbesar.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Sumsel, sebanyak 3.762 hotspot terdeteksi dalam 24 jam hingga Rabu (7/10/2026) pukul 06.00 WIB.
Dari jumlah tersebut, 2.197 titik berada di OKI, atau lebih dari separuh total hotspot Sumsel dalam periode tersebut.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, aktivitas karhutla masih ditemukan di sejumlah wilayah sehingga kondisi tersebut tetap menjadi perhatian.
“Berdasarkan data Pusdalops BPBD Sumsel total ada 3.762 titik hotspot dan terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 2.197 titik,” kata Sudirman, Rabu (7/10/2026).
Setelah OKI, hotspot terbanyak terpantau di Musi Banyuasin dengan 860 titik, Banyuasin 294 titik, Muara Enim 190 titik, Ogan Ilir 74 titik, OKU Timur 41 titik, dan OKU Selatan 27 titik.
Lonjakan hotspot di Sumsel terjadi setelah jumlah titik panas sempat menurun pada awal Oktober.
Pada 30 September tercatat 2.589 hotspot. Jumlah itu naik menjadi 2.758 titik pada 1 Oktober, kemudian turun menjadi 2.521 titik pada 2 Oktober dan 1.821 titik pada 3 Oktober.
Namun, tren kembali meningkat. Hotspot naik menjadi 2.197 titik pada 4 Oktober, 2.512 titik pada 5 Oktober, lalu melonjak menjadi 3.689 titik pada 6 Oktober.
Sehari kemudian, jumlah hotspot kembali bertambah menjadi 3.762 titik. Secara kumulatif, jumlah hotspot di Sumsel sejak Januari hingga 6 Oktober 2026 telah mencapai 82.213 titik. (DSK)

