Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Hotspot Sumsel Tembus 117 Titik, Ancaman Karhutla Meningkat Jelang Puncak Musim Kemarau
Regional

Hotspot Sumsel Tembus 117 Titik, Ancaman Karhutla Meningkat Jelang Puncak Musim Kemarau

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda31/05/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Foto: Asap tebal membumbung di lokasi Karhutla Pangkalan Lampam. (Dok. BPBD Sumsel)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mulai menunjukkan peningkatan serius. Memasuki musim kemarau, jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Sumsel melonjak tajam hingga mencapai 117 titik dalam sehari, angka tertinggi sepanjang 2026.

Lonjakan tersebut menjadi sinyal awal meningkatnya risiko karhutla di sejumlah daerah yang selama ini dikenal rawan kebakaran lahan dan hutan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan peningkatan hotspot dalam beberapa hari terakhir terjadi seiring berakhirnya musim hujan dan mulai dominannya cuaca kering di seluruh wilayah Sumsel.

“Terjadi peningkatan signifikan angka hotspot pada beberapa hari di akhir Mei ini. Hal ini seiring dengan masuknya musim kemarau di seluruh wilayah Sumsel,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, kondisi cuaca panas yang disertai minimnya curah hujan menjadi faktor utama meningkatnya jumlah titik panas.

“Situasi tersebut berpotensi memicu kebakaran apabila tidak diantisipasi sejak dini, ” kata dia.

Data BPBD Sumsel menunjukkan tren peningkatan hotspot terus terjadi sejak awal tahun. Hingga 30 Mei 2026, total titik panas yang terpantau telah mencapai 928 titik.

Jumlah tersebut terdiri dari 75 hotspot pada Januari, 54 titik pada Februari, 107 titik pada Maret, dan meningkat menjadi 150 titik selama April. Sementara pada Mei, jumlah hotspot kembali mengalami lonjakan signifikan.

“Hingga 30 Mei tercatat sebanyak 542 titik panas yang terpantau di Sumsel. Angkanya meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” kata Sudirman.

Dari seluruh kabupaten dan kota di Sumsel, Kabupaten Lahat menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi yakni 209 titik. Disusul Kabupaten Muara Enim sebanyak 179 titik dan Musi Banyuasin (Muba) dengan 110 titik.

“Ketiga daerah tersebut selama ini memang menjadi wilayah yang rutin mendapat perhatian khusus dalam upaya pencegahan karhutla, ” kata dia.

Meningkatnya hotspot membuat BPBD Sumsel meminta pemerintah daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi untuk segera menetapkan status siaga karhutla.

Langkah tersebut dinilai penting agar kesiapan personel, peralatan, serta upaya mitigasi dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran meluas.

Menurut Sudirman, beberapa wilayah bahkan dilaporkan sudah mulai mengalami kejadian karhutla meski skalanya masih terbatas.

“Status siaga penting agar pemerintah daerah siap melakukan pencegahan maupun penanganan apabila terjadi kebakaran,” ujarnya.

Selain pemerintah daerah, masyarakat juga diminta berperan aktif dalam pencegahan karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan metode pembakaran.

“Warga yang menemukan asap atau titik api di kawasan hutan, lahan, maupun perkebunan diminta segera melaporkannya kepada aparat atau petugas terkait agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat, ” kata dia. [THQ]

BPBD Hotspot Karhutla Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMenteri Jumhur Sebut Ekonomi Hijau Akan Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja Baru, Gen Z Diminta Jadi Motor Perubahan
Next Article Jemaah Haji Sumsel Mulai Pulang 2 Juni, Debarkasi Palembang Siapkan Skema Khusus Penjemputan
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,905 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,778 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,750 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?