RELUNG.ID – Donald Trump telah resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), Senin kemarin (20/1).
Dalam sambutan pertamanya, Donald Trump menyebutkan bakal meninjau ulang hubungan dagang AS dengan beberapa negara, mulai dari Tiongkok, Kanada hingga Meksiko.
Langkah ini untuk mengatasi defisit perdagangan yang selama ini dianggap merugikan ekonomi dan keamanan AS.
“Tindakan ini sebagai dedikasi pemeriintah untuk mengurangi ketergantungan pada negara asing untuk rantai pasokan penting dan menghidupkan kembali basis industri AS,” kata Donald Trump dikutip dari Nikkei Asia, Selasa (21/1).
Menurutnya, pemerintahannya ini akan mengarah berbagai lembaga untuk menyelidiki dan memperbaiki ketergantungan Amerika pada rantai pasokan asing. Dia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali sektor industri dalam negeri agar ekonomi AS menjadi lebih mandiri dan kompetitif.
Selain itu, untuk mengurangi aliran obat-obatan terlarang seperti fentanil yang masuk ke AS, dia berencana memberlakukan tarif tambahan sebesar 25 persen pada barang-barang impor dari Meksiko dan Kanada, serta bea masuk sebesar 10 persen untuk produk dari Tiongkok.
“Tarif ini untuk melengkapi kebijakan yang sudah ada termasuk pungutan hingga 60 persen pada barang-barang Tiongkok yang dianggap penting serta mengatasi praktik perdagangan yang tidak adil,” tegasnya.
Dia juga berencana untuk merombak sistem perdagangan AS dengan kembali mengusulkan pembentukan Layanan Pendapatan Eksternal. Daripada mengenakan pajak kepada warga negara untuk memperkaya negara lain.
“Ini bertujuan memperkuat ekonomi domestik melalui kebijakan perdagangan yang lebih tegas,” pungkasnya. (AAL)

