RELUNG.ID – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Empat Lawang mengakibatkan bencana tanah longsor di Desa Karang Anyar, Kecamatan Sikap Dalam.
Insiden ini terjadi pada Rabu pagi (6/5/2026) sekitar pukul 08.30 WIB dan berdampak serius pada arus lalu lintas utama.
Longsoran tanah tersebut menutup sebagian badan jalan di jalur lintas Bengkulu – Empat Lawang – Pagar Alam. Akibatnya, akses transportasi terganggu secara signifikan, terutama bagi kendaraan bertonase besar.
Hujan deras yang terjadi sejak dini hari memicu pergerakan tanah di titik tersebut. Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi aspal yang tertimbun material dan tanah yang terus menurun membuat jalan menjadi sangat sempit.
Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Empat Lawang, Fero Ananta, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan lima personel ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan pendataan awal.
“Kami membutuhkan bantuan alat berat segera agar akses jalan bisa terbuka kembali secara lapang. Kondisi tanah saat ini masih terus menurun, sehingga penanganan manual tidak akan maksimal,” ujar Fero.
Kondisi ini dikeluhkan oleh para sopir yang melintas. Eko, seorang pengemudi travel, menjelaskan bahwa saat ini hanya kendaraan pribadi atau mobil kecil yang berani melintas dengan sistem buka-tutup.
“Jalannya sangat sempit. Mobil kecil masih bisa dipaksakan lewat, tapi kalau mobil besar seperti bus, truk, apalagi fuso, benar-benar belum bisa lewat,” kata Eko.
Ia juga memperingatkan para pengendara lain untuk ekstra waspada saat melintasi titik longsor tersebut. “Harus hati-hati sekali, karena di sisi kanan jalan itu langsung berbatasan dengan Sungai Musi. Kalau terpeleset, risikonya sangat besar,” tambahnya. (SLM)

