RELUNG.ID – Prosesi kelulusan siswa SMK CBM Purwokerto yang digelar dengan nuansa megah menyerupai wisuda perguruan tinggi memicu perbincangan hangat di media sosial. Video yang viral menunjukkan kemegahan acara, mulai dari siswa dan guru mengenakan toga lengkap hingga prosesi resmi ala “sidang senat terbuka.”
Kepala SMK CBM Purwokerto, Prisillia, mengungkapkan bahwa konsep acara ini telah menjadi tradisi sekolah sejak 2013.
“Kegiatan ini kami lakukan setiap tahun dan menjadi bagian dari agenda resmi sekolah. Ini adalah bentuk penghormatan kepada siswa, guru, dan orang tua,” ujarnya, Selasa (13/5/2025).
Menurut Prisillia, para siswa dikenakan biaya sebesar Rp 600 ribu untuk mengikuti rangkaian acara wisuda dan perpisahan. Namun, sekolah memberikan keringanan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
“Kami memahami kondisi masing-masing siswa. Untuk siswa dari keluarga yang tidak mampu, kami memberikan dispensasi,” tambahnya.
Acara wisuda ini dihadiri oleh 326 siswa kelas 3 yang berlangsung di gedung serbaguna milik sekolah. Dalam prosesi tersebut, tampak atribut seperti toga, kalung gordon, dan tongkat pedel yang biasanya identik dengan tradisi akademik perguruan tinggi.
Prisillia menjelaskan bahwa konsep tersebut bertujuan memberikan pengalaman berkesan kepada siswa sekaligus sebagai penghormatan atas pencapaian mereka.
“Kami ingin memberikan kenangan yang indah bagi siswa saat menutup masa pendidikan mereka di SMK,” jelasnya.
Terkait kontroversi yang muncul, Prisillia menegaskan bahwa tidak ada peraturan yang melarang penggunaan atribut wisuda di jenjang pendidikan menengah. Meski demikian, pihaknya terbuka untuk menerima masukan dari masyarakat.
“Kami selalu mengevaluasi kegiatan demi meningkatkan mutu pendidikan. Jika ada kritik yang membangun, tentu akan kami pertimbangkan,” tutupnya.[THQ]

