RELUNG.ID – Sebuah patung raksasa burung rajawali yang megah berdiri di depan Kantor Desa Cipaat, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sukses mencuri perhatian publik. Dengan berat mencapai 20 ton, lebar sayap 10 meter, dan tinggi 7 meter, patung ini menjadi simbol baru kebanggaan warga setempat.
Kuwu Desa Cipaat, Kusnadi, mengungkapkan bahwa patung ini terinspirasi oleh seni tradisional khas Bongas, yaitu kesenian depok atau sisingaan. “Bongas dikenal dengan kesenian depok. Rajawali merupakan salah satu bentuk sisingaan yang populer di sini, dan saya ingin menghadirkan simbol ini sebagai kebanggaan masyarakat,” ujar Kusnadi, Kamis (15/5/2025).
Pengerjaan patung rajawali ini memakan waktu tiga bulan dengan melibatkan seniman lokal, Supandi. Total biaya yang dihabiskan mencapai Rp 180 juta. Kusnadi menyatakan bahwa sebagian dana berasal dari Pendapatan Asli Desa (PAD) tahun 2025 sebesar Rp 100 juta, sementara sisanya ditanggung secara pribadi.
“Saya rela menggunakan dana pribadi agar patung ini bisa terwujud. Patung ini adalah dedikasi untuk seni dan identitas Desa Cipaat,” tambahnya.
Patung ini didominasi warna cokelat, dengan detail paruh kuning dan bulu putih di bagian leher yang menggambarkan keagungan burung rajawali. Cakar tajam yang terpahat dengan detail tinggi menambah kesan gagah dan megah.
Rajawali dipilih sebagai bentuk patung karena melambangkan keberanian dan kekuatan. Hal ini juga mencerminkan semangat warga Bongas yang banyak berkecimpung dalam seni sisingaan, khususnya bentuk depok.
Patung rajawali di Desa Cipaat kini menjadi ikon baru yang tidak hanya memperkuat identitas budaya setempat, tetapi juga berpotensi menarik wisatawan untuk berkunjung dan menikmati keindahan serta kekayaan seni tradisional Bongas.

