RELUNG.ID – Seorang wanita paruh baya dengan badan besar seperti pria bernama Curlu Dadan bos bandit gunung Colbo adalah ibu angkat Monkey D Luffy, Portgas D Ace dan Sabo.
Dadan yang merawat kedua bocah nakal itu saat tiba-tiba pulang ke markas bandit gunung selalu dalam keadaan luka-luka.
Saat kematian Ace, sebagai ibu angkat sangat sedih dan marah. Ketika Monkey D Garp datang ke desa Foosha Pulau Dawn dan merupakan bagian dari Kerajaan Goa.
Baca Juga: Ketakutan Alasan Garp Titipkan Luffy dan Ace ke Bandit Gunung
Dadan saat itu kebenaran turun gunung Colbo dekat dengan cafe desa Foosha milik Makino. Ikut mendengar Monkey D Garp bersama pasukan angkatan laut merapat ke desa Foosha.
Mendengar ada Garp Dadan mengamuk di dalam cafe dan memecahkan semua gelas disana. Penduduk desa terpencil kawasan East Blue tidak tahu dia adalah ibu kandung Luffy dan Ace. Karena Luffy dan Ace sering turun gunung dan Dadan tidak pernah sekalpun ke desa Foosha.
Melihat Garp Dadan memukul kepalannya dengan berkata beraninya kau menunjukan muka mu disini. Dadan memarahi Garp padahal dia disana kenapa tidak melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Ace.
Baca Juga: Dragon Diam-diam Selalu Memantau Keselamatan Luffy
Kenapa Garp diam saja melihat Ace dibunuh dan Luffy terluka parah. Dadan kesal karena Garp tidak melindungi Ace dan Luffy. Kau adalah pahlawan angkatan laut dasar kakek berensek. Dadan terus memukul Garp sembari menangis tidak berhenti.
Untungnya pemilik cafe menghentikan Dadan yang juga sangat mengenal Garp, Dadan, Luffy dan Ace. Markino seperti kakak wanita Ace dan Luffy. Dia menghentikanya dengan berkata Garp juga sebenarnya terluka dengan semua ini.
Dadan selama hidupnya sekarang sering menangis kalau teringat kematian Ace. Namun saat dia mendengar kabar Luffy menjadi Yonko dan berhasil mendapatkan pamor sebagai Bajak Laut hebat Dadan juga suka tertawa dan tersenyum sendiri.
Keseharian Dadan menjadi aneh kalau teringat Ace dia sedih. Sebaliknya kalau teringkat Luffy dia tersenyum.
Padahal disisi lain saat kematian Ace, Garp berjalan menghampiri Sakazuki Akainu. Namun Sengoku menahannya kalau tidak Garp juga ikut membunuh Akainu dan menjadi buronan di angkatan laut.

