RELUNG.ID — Layanan Lintas Rel Terpadu (LRT) Sumsel tampaknya belum sepenuhnya ramah bagi semua penumpang, khususnya bagi ibu hamil. Keluhan ini disampaikan oleh Jati Purwanti (31), pekerja swasta yang rutin menggunakan LRT Sumsel.
Di usia kandungannya yang telah memasuki trimester tiga, Jati sering kesulitan mendapatkan kursi prioritas, terutama pada jam sibuk seperti pulang kerja.
“Jangankan prioritas, yang biasa aja susah kalau lagi rush hour,” ujarnya, Rabu (3/7/2024).
Untuk mendapatkan kursi, Jati terkadang harus menggunakan trik khusus agar penumpang lain menyadari keberadaannya. Namun, sering kali ia harus berbesar hati karena tidak mendapatkan fasilitas yang seharusnya untuk kaum rentan.
“Kadang, ya, harus pakai kode ke penumpang lain kalau saya hamil supaya dapat kursi, tapi tetap ada saja yang enggak mau ngasih (kursi),” katanya.
Situasi serupa dialami oleh ibu hamil lainnya, yang berinisial Anita. Dalam perjalanannya dari stasiun Cinde ke stasiun Garuda Dempo, Anita nyaris tidak mendapatkan tempat duduk. Setelah berdesakan dengan penumpang lain, akhirnya ada seorang pria muda yang menawarkan kursi untuknya.
“Saya sempat gelantungan juga. Lalu ada mas-mas nyolek dan tukar posisi dengan saya,” jelasnya.
Anita mengucapkan terima kasih kepada penumpang muda tersebut, namun ia tetap merasa kesal karena fasilitas kursi prioritas bagi ibu hamil sering disalahgunakan.
“Saya tidak menuntut diistimewakan tapi, kan, ada fasilitas khusus untuk ibu hamil dan itu disalahgunakan. Jadi, saya merasa kesal,” tambahnya.
Keluhan Tak Direspons
Baik Jati maupun Anita telah menyampaikan keluhan mereka terkait kursi prioritas melalui kanal aduan resmi LRT Sumsel. Namun, keluhan tersebut tidak mendapatkan respons yang memadai.
“Sudah lapor tapi tidak ada tanggapan. IG-nya juga tidak membalas komentar dari pengguna,” terang Jati.
Sebagai solusi sementara, Jati membuat pin khusus ibu hamil yang bertuliskan “Prioritaskan Kami Duduk” dan membagikannya secara gratis kepada ibu hamil lainnya.
Humas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LRT Sumsel, Zaki, menyatakan bahwa mereka telah meluncurkan pin prioritas bagi ibu hamil dan kelompok rentan lainnya pada September 2023 lalu. Sosialisasi mengenai pin ini telah dilakukan melalui media massa, media sosial, dan Digital Signage di beberapa stasiun.
Namun, berdasarkan penelusuran, hanya ada satu unggahan video terkait pin prioritas di akun Instagram @lrtsumsel, yang diunggah 40 minggu lalu. Zaki menambahkan, pin prioritas dapat diperoleh dengan mendaftarkan diri ke loket pembelian tiket dengan membawa KTP dan surat keterangan dari dokter. Pin tersebut dipinjamkan dengan masa berlaku selama satu bulan dan maksimal 12 bulan.
“Jika masa berlaku habis, pemilik pin prioritas dapat melakukan perpanjangan di semua loket stasiun LRT terdekat,” ujar Zaki. [AYK]

