RELUNG.ID– PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), anak usaha PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), terus menggodok rencana untuk melaksanakan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Meski rencana ini telah mengemuka sejak beberapa bulan lalu, hingga kini prosesnya masih berada pada tahap persiapan.
Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID, Dilo Seno Widagdo, mengatakan bahwa persiapan IPO Inalum memerlukan perbaikan pada equity story perusahaan agar lebih menarik bagi investor.
“IPO Inalum, unlocking value Inalum itu salah satu opsi yang memang sekarang kita kaji. Dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), kami menargetkan unlock value ini dapat dilakukan pada 2026-2027,” ungkap Dilo.
Salah satu tantangan yang dihadapi Inalum adalah kapasitas smelter di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, yang dinilai masih kurang menarik bagi calon investor. Dengan kapasitas hanya 250.000 ton per tahun, Dilo menilai ukuran ini belum cukup besar untuk menarik minat pasar.
“Sizenya cuma 250 ribu (ton), kurang nendang gitu,” ujarnya.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyatakan dukungannya terhadap rencana IPO Inalum. Menurut Erick, langkah ini sejalan dengan upaya MIND ID untuk memperkuat konsolidasi anak-anak perusahaannya.
“Saya mendukung karena MIND ID ini, dengan seluruh anak perusahaannya, sudah mulai konsolidasi. Kalau BUMN menjadi perusahaan terbuka, itu akan membawa kinerja perusahaan menjadi lebih baik,” ujar Erick.
Langkah IPO Inalum juga sejalan dengan strategi MIND ID untuk mendukung hilirisasi dan industrialisasi. Dalam acara MIND Dialogue bertajuk Hilirisasi dan Industrialisasi: Strategi Kunci Menuju Indonesia Emas 2045, Dilo menekankan pentingnya memaksimalkan potensi Inalum agar siap bersaing di pasar modal.
Dengan dukungan dari pemerintah dan upaya penguatan kapasitas produksi, Inalum diharapkan dapat menarik perhatian investor domestik maupun internasional saat melaksanakan IPO di masa mendatang. [TRA]

