RELUNG.ID – Indonesia dan Vietnam menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga mencapai USD 18 miliar atau sekitar Rp292 triliun pada tahun 2028. Target ini melampaui capaian perdagangan tahun 2024 yang diperkirakan sebesar USD 15 miliar (Rp243 triliun).
Konsul Jenderal Indonesia di Ho Chi Minh City, Agustaviano Sofjan, menyatakan bahwa kunci pencapaian target ambisius ini terletak pada sinergi antara pemerintah, sektor bisnis, dan masyarakat di kedua negara.
“Kolaborasi antara pemerintah, kalangan bisnis, dan masyarakat Indonesia-Vietnam menjadi kunci pencapaian target-target kerja sama ekonomi di 2025 dan upaya kedua negara menjadi negara maju pada 2045,”ujar Agustaviano, Rabu (8/1/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan usai acara bisnis yang diselenggarakan Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Ho Chi Minh City bulan lalu dengan tema “End of Year 2024 Insight & 2025 Outlook on Indonesia and Vietnam’s Economic Performance: Seizing Opportunities in a Changing World.”
Selain sektor perdagangan, kerja sama Indonesia-Vietnam juga berkembang di bidang investasi, terutama pada sektor energi terbarukan. KJRI mencatat potensi besar dalam pengembangan energi hijau yang bisa dimanfaatkan oleh kedua negara untuk memperkuat kerja sama ekonomi.
Menurut KJRI, meskipun berbagai tantangan diprediksi akan muncul pada tahun 2025, tren positif dalam perekonomian kedua negara diyakini tetap berlanjut.
“Kolaborasi keduanya penting demi kemakmuran bersama dan menjaga stabilitas serta pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat di kawasan,” tambah Agustaviano.
Sebagai anggota ASEAN, Indonesia dan Vietnam terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Target perdagangan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menciptakan stabilitas ekonomi regional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
Dengan potensi perdagangan dan investasi yang terus berkembang, optimisme terhadap pencapaian target USD 18 miliar pada 2028 semakin kuat.[TRA]

