RELUNG.ID – Industri kendaraan listrik Tiongkok mengalami pertumbuhan yang pesat. Meskipun di tengah ketegangan perdagangan dan tarif yang diberlakukan negara barat.
Hal ini dibuktikan dari data Asosiasi Mobil Penumpang China yang mencatat penjualan kendaraan listrik dari Tiongkok yang mencapai 14,1 juta unit sejak Januari hingga Oktober 2024.
Berdasarkan data, 69 persen diantaranya dari penjualan di dalam negeri. Sedangkan, sisanya yaitu di pasar global.
Dikutip dari Arena EV, data ini merupakan indikasi paling jelas tentang peran penting yang dimainkan oleh permintaan domestik dalam mendorong pasar mobil listrik Tiongkok ke depan.
Meskipun tarif Barat menimbulkan tantangan bagi ekspor mobil listrik Tiongkok, pasar internal negara tersebut tetap menjadi kekuatan pendorong.
Menurut Badan Energi Internasional, kurang dari 60 persen pendaftaran mobil listrik baru pada tahun 2023 terjadi di Tiongkok.
Karena sebagian besar penjualan mobil listrik global terkonsentrasi hanya di tiga wilayah Tiongkok, Uni Eropa, dan Amerika Serikat, hal ini menjadikan pasar mobil listrik Tiongkok sebagai pemimpin yang tak terbantahkan.
Di bawah pemerintahan Biden, AS telah menaikkan tarif pada mobil listrik Tiongkok hingga 100 persen. Uni Eropa juga telah memberlakukan tarif hingga 35 persen di atas bea masuk yang sudah ada.
Hambatan perdagangan ini dirancang untuk memperlambat industri mobil listrik China yang berkembang pesat.
Beijing telah lama memprioritaskan industri mobil listrik sebagai komponen terpenting dalam pembangunan ekonomi dan strategi transisi ramah lingkungan.
Tesla adalah salah satu perusahaan yang diuntungkan oleh peningkatan subsidi ini. Penjualannya di Tiongkok melonjak 7 persen pada kuartal ketiga tahun 2024.
Menariknya, ketika ekspor ke pasar Barat menghadapi rintangan, penjualan mobil Tiongkok ke Rusia justru melonjak.
Data dari Asosiasi Mobil Penumpang China menunjukkan peningkatan ekspor ke Rusia sebesar 109 persen selama dua tahun terakhir. Ekspor ke AS turun 23 persen pada periode yang sama.
Fokus China yang tak henti-hentinya pada pengembangan kendaraan listrik, ditambah dengan permintaan domestik yang kuat dan kebijakan pemerintah yang mendukung, menjadikannya pemain dominan di pasar kendaraan listrik global. (AAL)

