RELUNG.ID – Mati suri masih saja menjadi fenomena mistis yang di hubungan oleh kebanyakan orang. Namun kalau dari sisi medis mati suri memang dapat terjadi, dan dikenal dengan istilah lazarus syndrome.
Baca Juga: Ini 5 Dampak saat Pria Menderita Aspermia
Dilansir dari halodoc, ada 4 kemungkinan yang menyebabkan fenomena mati suri terjadi yaitu:
1. Udara yang terperangkap
Ketika udara didorong ke paru-paru terlalu cepat selama proses resusitasi paru, paru-paru tidak ada waktu menghembuskannya sehingga udara terperangkap dalam tubuh.
Udara yang terperangkap menyebabkan tekanan di dalam dada meningkat sangat tinggi, dan membuat darah kesulitan mengalir melalui pembuluh darah ke jantung. Hal ini mengakibatkan jantung kesulitan untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Alhasil sirkulasi dan detak jantung menjadi terhenti. Namun, saat CPR berhenti dilakukan, udara yang terperangkap mulai meninggalkan paru-paru, yang mengurangi tekanan di dada. Akhirnya, darah dari tubuh dapat mengalir ke jantung, dan jantung dapat memulai tugasnya kembali untuk memompa darah.
2. Efek obat yang tertunda
Obat yang diberikan selama CPR perlu mencapai ke jantung untuk dapat bekerja. Udara yang terperangkap dapat menghentikan darah kembali ke jantung. Sehingga, apa pun dalam darah, termasuk obat melalui infus, tidak dapat masuk ke dalamnya.
Baca Juga: Ini 6 Penanganan Vaginismus, Ganggu Hubungan Intim
Setelah udara yang terperangkap teratasi, dan tekanan di dada cukup rendah, darah akan mengalir ke jantung bersamaan dengan obat. Jika obatnya efektif, sirkulasi akan kembali secara spontan.
3. Henti jantung sementara setelah defibrilasi
Selama CPR, defibrillator dapat mengirimkan kejutan listrik ke jantung. Tujuannya agar menghidupkan kembali atau mengatur ulang irama jantung yang tidak teratur.
Nah, terkadang ada penundaan antara kejutan dan efeknya. Jika efeknya muncul cukup lama, kemungkinan sirkulasi kembali secara spontan bukan karena syok. Untuk mengetahui fungsi defibrillator secara lebih lengkap kamu bisa kunjungi artikel berikut, “Ini Fungsi Defibrillator pada Pengidap Henti Jantung.”
4. Penyebab lainnya dari lazarus syndrome
Beberapa kondisi seperti kadar kalium yang tinggi atau terlalu banyak asam dalam darah dapat menyebabkan jantung berhenti berdetak. Kondisi ini biasanya dirawat selama CPR, tetapi membutuhkan waktu untuk sembuh. Jika kondisi tidak membaik hingga CPR berhenti, kemungkinan sirkulasi kembali secara spontan.
Semoga bermanfaat

