RELUNG.ID – Sinar matahari sehat untuk kulit merupakan karena ultraviolet merupakan vitamin D untuk tubuh. Namun paparan sinar matahari juga bisa menimbulkan efek buruk.
Dilansir dari halodoc, ini ada 7 efek buruk dari sinar matahari bagi kesehatan :
1. Kerusakan kulit
Studi berjudul Natural and sun-induced aging of human skin yang dipublikasikan dalam Cold Spring Harbor Perspectives in Medicine menemukan, paparan sinar UV memberikan dampak pada penurunan struktur dan fungsi kulit.
Karena itu, kemampuan kulit dalam memperbarui diri akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi ini juga memengaruhi perbaikan luka, imunitas, pigmentasi dan homeostasis lemak subkutan.
Baca Juga: 4 Asupan Menjaga Kesehatan saat Idul Adha
2. Risiko kanker kulit
Penelitian Sunlight and skin cancer yang dipublikasikan dalam Hindawi menemukan, paparan kronis terhadap radiasi ultraviolet (UV) di bawah sinar matahari berpotensi menyebabkan kanker kulit nonmelanoma pada manusia.
Risiko kanker kulit ini berasal dari sinar UV matahari yang diserap masuk ke dalam lapisan kulit. Kemudian, menghasilkan eritema, luka bakar, dan akhirnya kanker kulit.
3. Kulit terbakar
Bahaya lainnya, yakni kulit terbakar. Kondisi ini dikenal dengan istilah sunburn. Warna kulit pada masalah ini akan tampak kemerahan, bahkan kecoklatan. Tak hanya itu, kulit jadi terasa perih saat tersentuh. Hal itu berpotensi memicu reaksi inflamasi yang juga menjadi risiko kanker dan penuaan dini.
4. Melasma
Melasma terbentuk akibat kelainan pigmentasi akibat paparan sinar UV dalam jangka panjang. Gangguannya ditandai dengan munculnya bercak coklat atau abu-abu di permukaan kulit. Masalah ini dapat membaik seiring dengan waktu.
Baca Juga: Tips Mengolah Daging Kambing Sehat saat Idul Adha
5. Solar elastosis
Solar elastosis atau elastosis aktinik adalah risiko yang terjadi akibat pecahnya jaringan ikat kulit (kolagen dan serat elastin). Jaringan itu terletak di dermis (lapisan tengah kulit). Fungsinya adalah mendukung kekuatan dan fleksibilitas kulit.
Tanda umum dari solar elastosis adalah penebalan kulit. Selain itu, kulit menjadi kendur, kerutan dalam, dan lipatan vertikal. Kondisi ini merupakan akumulasi dari paparan sinar UV jangka panjang dan berlebihan.
6. Keratosis aktinik
Keratosis aktinik atau solar keratosis adalah pertumbuhan prakanker yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Gangguan ini perlu mendapatkan pemantauan dan penanganan yang tepat.
Bercak yang muncul pada kulit juga bervariasi, mulai dari titik kecil hingga berukuran satu inci atau lebih. Warnanya juga akan berbeda, berkisar dari terang hingga gelap. Teksturnya keras seperti kulit dan terasa gatal.
7. Kulit jadi menghitam
Perubahan warna ini terjadi akibat meningkatnya produksi melanin untuk melindungi kulit dari kerusakan. Akibatnya, kulit yang terpapar sinar matahari menjadi lebih gelap.
Semoga bermanfaat.

